Kampanye pencitraan publik global Israel rusak akibat tindakan sepihak Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben-Gvir. Pejabat tersebut mengunggah rekaman video yang memperlihatkan dirinya sedang mengejek relawan internasional di Pelabuhan Ashdod. Tindakan provokatif ini memicu gelombang kecaman diplomatik dari negara-negara barat serta merusak kerangka propaganda Hasbara yang selama ini dibangun untuk mempertahankan reputasi negara di mata dunia.
Dalam rekaman video melalui akun media sosial pribadinya, Ben-Gvir mendatangi ratusan relawan kemanusiaan yang ditangkap otoritas keamanan saat mencoba menembus blokade laut Gaza. Para aktivis dipaksa duduk di lantai dengan mata tertutup kain dan tangan terikat kabel pengikat. Sambil berjalan di antara para tahanan, Ben-Gvir melontarkan pernyataan bernada ejekan yang menegaskan dominasi kekuasaan atas para relawan asing tersebut.
“Selamat datang di Israel. Kami adalah penguasa di sini. Masa bersenang-senang kalian sudah berakhir,” ujar Ben-Gvir di hadapan para relawan di bawah kawalan ketat aparat bersenjata.
Ketika seorang relawan perempuan mencoba berteriak menyuarakan kemerdekaan Palestina, petugas keamanan bermasker langsung mendorongnya hingga terjatuh ke lantai. Ben-Gvir merespons tindakan agresif aparat tersebut dengan memberikan pujian langsung di lokasi kejadian serta meminta petugas untuk mengabaikan teriakan para tahanan. Pejabat kontroversial itu juga melabeli para relawan kemanusiaan sebagai kelompok teroris dan mendesak Perdana Menteri Benjamin Netanyahu agar menjatuhkan hukuman penjara, bukan sekadar deportasi.
Analis politik dari Al-Shabaka, Fathi Nimer, menilai tindakan Ben-Gvir justru menjadi senjata makan tuan bagi Israel. Publikasi video tersebut secara instan membalikkan narasi pembelaan diri yang selama ini disebarkan oleh mesin propaganda Hasbara ke seluruh jaringan media internasional.
Dampak dari penyebaran rekaman tersebut langsung memukul jalur diplomasi luar negeri Israel. Pemerintah Italia, Prancis, Belanda, Kanada, hingga Spanyol segera mengambil tindakan tegas dengan memanggil duta besar Israel di negara masing-masing untuk menyampaikan nota protes keras. Negara-negara tersebut mengutuk keras perlakuan tidak manusiawi terhadap warga negara mereka yang dianggap telah melanggar standar dasar hak asasi manusia serta konvensi internasional terkait perlakuan terhadap warga sipil.





