Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menghadiri persidangan di Pengadilan Distrik Tel Aviv pada Selasa (28/4/2026) waktu setempat.
Kehadirannya ini menandai berakhirnya jeda panjang selama dua bulan akibat eskalasi konflik dengan Iran.
Netanyahu, yang merupakan Perdana Menteri aktif pertama dalam sejarah Israel yang diadili atas tuduhan korupsi, tampak hadir di bawah pengawalan. Sidang yang dijadwalkan dimulai pada Senin lalu, namun sempat tertunda di menit-menit terakhir karena alasan keamanan mendesak.

Persidangan kali ini Netanyahu sebagai saksi yang berfokus pada Kasus 4000, yang juga dikenal sebagai skandal Bezeq Walla.
Ini adalah kasus paling serius dari tiga rangkaian tuduhan yang dihadapi Netanyahu.

Dalam kasus ini, jaksa penuntut, Yehudit Tirosh, mencecar Netanyahu terkait dugaan pemberian kemudahan regulasi senilai ratusan juta syekel kepada Shaul Elovitch, pemegang saham pengendali perusahaan telekomunikasi raksasa, Bezeq. Sebagai imbalannya, Netanyahu dituduh meminta pemberitaan positif bagi dirinya dan keluarganya di situs berita Walla yang dimiliki oleh Elovitch.

Proses hukum ini telah berlangsung sejak tahun 2020, namun terus mengalami hambatan. Selain faktor pandemi COVID-19 di masa lalu, jadwal persidangan belakangan ini sangat bergantung pada situasi keamanan nasional.

Pada Februari 2026, Persidangan dihentikan setelah Israel menyatakan status darurat nasional menyusul pecahnya konflik dengan Iran. Selama dua bulan terakhir, pengadilan hanya menjalankan sidang-sidang mendesak melalui konferensi video. Pada April 2026, Seiring dengan normalisasi bertahap, pengadilan memerintahkan Netanyahu untuk kembali memberikan kesaksian secara langsung.

Presiden Israel, Isaac Herzog, dilaporkan baru saja menolak permintaan pengampunan bagi Netanyahu yang sempat diusulkan oleh beberapa pihak, termasuk dukungan dari tokoh politik internasional.

Presiden Herzog lebih mendorong adanya proses mediasi untuk mencapai kesepakatan pembelaan daripada pemberian pengampunan tanpa pengakuan bersalah.

Netanyahu sendiri membantah semua tuduhan yang mencakup suap, penipuan, dan pelanggaran kepercayaan dan menyebut proses hukum yang bermotif politik untuk menggulingkannya dari kekuasaan.

Jika terbukti bersalah dalam tuduhan suap, Netanyahu terancam hukuman maksimal 10 tahun penjara. Persidangan diperkirakan akan terus berlanjut dengan agenda pemeriksaan silang yang diprediksi memakan waktu beberapa minggu ke depan.


Sumber referensi: cnn indonesia – Netanyahu Hadiri Sidang di Pengadilan usai 2 Bulan Perang, Kasus Apa?

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *