Penemuan Lubang Biru Huangyan Dao China, Ungkap Struktur Langka Berusia 3.200 Tahun

Lubang Biru Huangyan Dao Sains
Foto: Lubang Biru Huangyan Dao (situs web Kementerian Ekologi dan Lingkungan Hidup) via globaltimes
-AA+
comment 2 Created with Sketch Beta. 0 Komentar
  • Kementerian Ekologi dan Lingkungan Tiongkok resmi merilis laporan ilmiah mengenai penemuan lubang biru Huangyan Dao sebagai lubang biru terumbu karang pertama yang berhasil diverifikasi di negara tersebut.
  • Hasil analisis geokronologi dan penanggalan radiokarbon mengonfirmasi bahwa struktur laut berbentuk corong ini memiliki usia purba, yakni terbentuk setidaknya 3.200 tahun yang lalu.
  • Kawasan unik ini menjadi habitat bagi keanekaragaman hayati yang kaya, termasuk tempat bernaung hewan dilindungi penyu hijau, 165 spesies karang keras, serta 184 spesies ikan.
  • Para ilmuwan mengategorikan situs ini sebagai arsip geologis krusial untuk merekonstruksi sejarah perubahan iklim regional, fluktuasi permukaan laut, dan evolusi lingkungan sejak zaman Holosen.

Sorotan Sains – Kementerian Ekologi dan Lingkungan Tiongkok mengumumkan pencapaian ilmiah baru di bidang kelautan. Berdasarkan data yang dikutip dari Global Times, tim peneliti berhasil memverifikasi penemuan lubang biru Huangyan Dao yang terletak di area tengah laguna terumbu karang kawasan tersebut. Struktur pertumbuhan terumbu karang ini masuk dalam kategori formasi alam yang sangat jarang ditemukan di dunia sekaligus menjadi lubang biru laut pertama yang dieksplorasi secara resmi oleh otoritas Tiongkok.

Dokumen bertajuk “Laporan Survei 2025 tentang Lubang Biru Huangyan Dao” yang diterbitkan dalam versi bahasa Mandarin dan Inggris merinci karakteristik fisik situs purba ini. Pintu masuk lubang laut ini memiliki luas mencapai 1.491,7 meter persegi dengan diameter maksimum sebesar 56,3 meter. Pengukuran di lapangan menunjukkan kedalaman lubang berada di angka 16,6 meter dengan karakteristik struktur bagian dalam yang menyempit menyerupai bentuk corong.

Ekosistem Kaya Habitat Penyu Hijau dan Karang Keras

Rangkaian investigasi lapangan menunjukkan bahwa situs ini bukan sekadar cekungan air laut mati, melainkan pusat kehidupan bawah air yang sangat produktif. Peneliti mencatat keberadaan satwa liar yang masuk dalam status konservasi nasional kelas satu Tiongkok, yaitu penyu hijau, yang menjadikan kawasan ini sebagai habitat tinggal mereka.

Secara keseluruhan, aktivitas pengamatan bawah air berhasil mengidentifikasi 165 spesies karang keras serta 184 spesies ikan yang hidup berkembang di dalam dan di sekitar lingkaran lubang. Kehadiran ratusan spesies ini menegaskan peran penting formasi terumbu karang purba tersebut dalam menopang rantai makanan dan keanekaragaman hayati di perairan sekitarnya.

Metode Deteksi Mutakhir dan Arsip Iklim Purba Holosen

Kepastian mengenai status ekosistem langka ini didapatkan setelah para personel ilmiah melakukan survei komprehensif pada Agustus 2025. Tim gabungan dari Institut Ilmu Lingkungan Tiongkok Selatan serta Laboratorium Universitas Guangxi mengerahkan berbagai teknologi mutakhir. Pengumpulan data melibatkan pengamatan penyelaman langsung, eksplorasi robot bawah air (ROV), fotogrametri menggunakan pesawat tanpa awak, perekaman parameter air dasar laut, hingga pengambilan sampel DNA lingkungan dari air dan sedimen.

Hasil analisis penanggalan radiokarbon membuktikan struktur ini telah terbentuk sejak 3.200 tahun yang lalu. Dimensi waktu yang panjang ini membuat para ilmuwan memposisikan struktur laut tersebut sebagai arsip geologis utama. Rekam jejak di dalam sedimen lubang dapat digunakan untuk merekonstruksi perubahan lingkungan purba di Laut Cina Selatan, melacak fluktuasi permukaan air laut dari zaman Holosen, serta mempelajari efek nyata dari perubahan iklim global.

Rekomendasi Untuk Anda

Follow WhatsApp Channel Sorotan Dunia untuk Notifikasi Berita Terbaru Setiap Hari
Follow

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *