Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu kembali menjadi sorotan setelah secara terbuka meminta negara-negara lain ikut membantu menghadapi Iran, di tengah eskalasi yang terus meningkat dalam beberapa waktu terakhir. 

Pernyataan itu disampaikan saat ia meninjau langsung lokasi serangan rudal di kota Arad, yang sebelumnya dilaporkan menyebabkan puluhan warga terluka serta merusak sejumlah bangunan. 
 
Dalam keterangannya, Netanyahu menilai situasi yang terjadi tidak lagi bisa dipandang sebagai konflik regional semata. 
 
“Sudah saatnya para pemimpin negara-negara lain bergabung. Saya senang melihat beberapa di antaranya bergerak ke arah itu, tetapi lebih banyak lagi yang dibutuhkan,” ujarnya, dikutip dari The Jerusalem Post. 

Menurutnya, eskalasi yang terus berlangsung membuka kemungkinan konflik berkembang ke arah yang lebih luas, terutama jika tidak ada respons bersama dari komunitas internasional. 

Ia juga menegaskan bahwa kemampuan militer Iran saat ini telah mengalami peningkatan signifikan, dengan jangkauan serangan yang dinilai berpotensi meluas hingga ke kawasan Eropa. 

Dalam konteks tersebut, Netanyahu mendorong para pemimpin dunia untuk tidak tinggal diam, mengingat Israel dinilai tidak bisa menghadapi tekanan yang terus meningkat sendirian jika situasi terus memburuk. 

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump juga sempat mengeluarkan seruan serupa, khususnya setelah ketegangan di kawasan Selat Hormuz meningkat. Namun, sejumlah negara Eropa dilaporkan memilih untuk tidak terlibat langsung dalam konflik tersebut.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *