Intisari Laporan
  • Perayaan kemenangan Paris Saint-Germain (PSG) di final Liga Champions memicu kerusuhan massal di berbagai wilayah Prancis yang melibatkan bentrokan suporter dengan aparat keamanan.
  • Dampak kekerasan tersebut menyebabkan ratusan orang terluka termasuk puluhan polisi, satu orang tewas dalam kecelakaan di jalur blokade, serta ratusan perusuh ditangkap.

Sorotan Dunia, Prancis – Menteri Dalam Negeri Prancis Laurent Nuñez mengonfirmasi aparat keamanan telah menangkap 780 orang terkait kerusuhan massal yang pecah di seluruh negeri. Sebanyak 450 orang di antaranya kini resmi ditahan oleh kepolisian.

Kekerasan berskala besar ini meletus tepat setelah Paris Saint-Germain (PSG) memastikan diri sebagai juara Liga Champions usai mengalahkan Arsenal lewat drama adu penalti. Penggemar sepak bola yang memadati jalan Champs-Élysées terlibat bentrok sengit dengan petugas yang mengamankan situasi.

Data resmi pemerintah menunjukkan 219 orang mengalami luka-luka akibat insiden tersebut. Delapan korban berada dalam kondisi serius dan harus mendapatkan perawatan intensif.

Kerusuhan ini juga merenggut nyawa satu orang warga. Korban ditemukan tewas setelah mengalami kecelakaan di jalan lingkar Paris, kawasan yang sempat berusaha diblokade secara paksa oleh para perusuh sepanjang malam.

Aparat kepolisian ikut menjadi sasaran amuk massa. Sebanyak 57 petugas dilaporkan terluka saat mencoba meredam tindakan anarkis yang mengganggu layanan transportasi publik, termasuk bus, kereta api, dan kereta rel di area ibu kota.

“Kita adalah negara yang hebat dalam menjaga ketertiban umum. Kita mengizinkan kebebasan berkumpul, tetapi bukan tindakan yang berlebihan,” ujar Laurent Nuñez saat memberikan keterangan resmi seperti dilansir BBC, Minggu (31/5/2026).

Pemerintah Prancis langsung mengambil langkah antisipasi cepat dengan memobilisasi sedikitnya 6.000 personel polisi ke kawasan Menara Eiffel. Pengetatan keamanan ini dilakukan untuk mengawal ketat parade kemenangan PSG yang dijadwalkan berlangsung pada hari Minggu. Laurent Nuñez menegaskan pasukan keamanan tidak akan segan bertindak tegas terhadap siapapun yang memicu kekacauan.

Insiden berdarah ini mengulang memori kelam tahun lalu. Perayaan trofi Liga Champions yang diraih PSG saat itu juga berakhir dengan kerusuhan serupa di jalanan Prancis.


🔗 BACA SELANJUTNYA
Hizbullah Gelar 32 Operasi Militer, Bendung Pasukan Israel di Lebanon Selatan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *