Hizbullah melancarkan 32 operasi militer terpisah dalam satu hari untuk membendung pergerakan pasukan Israel di wilayah Lebanon selatan pada Selasa (26/5/2026). Pertempuran sengit jarak dekat pecah saat tentara Israel mencoba merangsek masuk ke wilayah sekitar kota Zawtar al-Sharqiya.
Guna menghalau laju militer Israel, kelompok bersenjata Lebanon ini mengerahkan kombinasi serangan roket, artileri, serta pesawat tanpa awak (drone). Serangan masif tersebut diklaim berhasil menghancurkan dan merusak armada tempur Israel, yang meliputi tangkapan tank Merkava, kendaraan lapis baja, sistem komunikasi, platform pertahanan udara Iron Dome, serta menjatuhkan dua unit drone quadcopter.
Konfrontasi di Zawtar al-Sharqiya bermula pada Selasa pagi menyusul bombardemen udara dan tembakan artileri intensif dari pihak Israel sebagai pembuka jalur pergerakan pasukan darat mereka. Hizbullah merespons dengan serangan balasan langsung ke arah pasukan yang maju.
Media militer gerakan tersebut melaporkan sebuah tank Merkava hancur dihantam drone Ababil sekitar pukul 08.45 pagi waktu setempat saat bentrokan masih berkecamuk. Hizbullah juga membagikan rekaman video yang menunjukkan serangan drone Ababil terhadap tank Merkava di kota Markaba pada operasi sebelumnya.
Wilayah pertempuran meluas ke beberapa titik strategis di sekitar Zawtar al-Sharqiya. Hizbullah membidik titik kumpul tentara dan kendaraan militer Israel di area sepanjang jalur sungai, rute menuju Zawtar, kawasan dekat fasilitas air, serta wilayah dekat Yahmar al-Shaqif menggunakan salvo roket dan artileri.
Klaim mengenai keberhasilan Israel menguasai atau memasuki kota Zawtar al-Sharqiya dibantah oleh koresponden lapangan Al Mayadeen di Lebanon selatan. Berdasarkan laporan dari lapangan, pertempuran sebenarnya terjadi di wilayah pinggiran kota dan sekitar area sungai.
Pada titik-titik tersebut, pejuang Hizbullah memfokuskan serangan untuk memutus jalur pasokan logistik dan menghancurkan kendaraan militer lawan. Al Mayadeen melaporkan Hizbullah masih terus meluncurkan drone ke wilayah pendudukan serta membidik situs komando militer Israel di tengah tingginya intensitas operasi udara Israel di wilayah tersebut.





