Intisari Laporan
  • Netanyahu mengakui Israel tidak lagi memiliki ruang bermanuver untuk memengaruhi kebijakan Donald Trump terhadap Iran.
  • Lembaga keamanan Israel siaga tinggi karena khawatir kesepakatan AS-Iran akan menyelamatkan infrastruktur nuklir dan proksi Teheran.

Israel kehilangan ruang gerak untuk memengaruhi sikap Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait kesepakatan dengan Iran. Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengakui posisi sulit Tel Aviv tersebut dalam sejumlah rapat tertutup jajaran pemerintahannya baru-baru ini.

Kekhawatiran Netanyahu mencuat di tengah laporan bahwa Washington dan Teheran kian dekat menyepakati penghentian perang. Saluran televisi Israel, Channel 13, melaporkan pemimpin Israel itu cemas terhadap draf kesepakatan AS-Iran yang mulai terbentuk.

Merespons perkembangan tersebut, Kabinet Keamanan Israel langsung menggelar rapat intensif pada Minggu (24/5) malam. Lembaga keamanan Israel kini berada dalam status siaga tinggi. Mereka khawatir kesepakatan itu akan memberi Iran perlindungan politik, melonggarkan sanksi ekonomi, serta membiarkan infrastruktur nuklir dan kelompok proksinya tetap beroperasi.

Guna mengantisipasi situasi di Washington, Israel mengutus mantan Menteri Urusan Strategis, Ron Dermer, untuk memimpin diplomasi. Di sisi lain, AS terus melanjutkan negosiasi yang melibatkan Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi.


 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *