Kurangi Risiko, RI Targetkan Pangkas 90 Persen Ketergantungan Internet dari Singapura

Kabel bawah laut Inovasi
Iustrasi: Kabel bawah laut di dasar laut Foto: Dihasilkan AI
-AA+
comment 2 Created with Sketch Beta. 0 Komentar
Baca 10 detik
Baca 10 Detik
  • Kementerian Komunikasi dan Digital mengungkapkan bahwa saat ini 90 persen lalu lintas internet Indonesia masih bergantung penuh pada koridor Singapura.
  • Pemerintah Indonesia mulai menggeber diversifikasi jalur jaringan kabel bawah laut dan darat guna menghindari risiko pemusatan satu koridor infrastruktur.
  • Langkah diversifikasi ini diambil demi mengamankan kedaulatan digital nasional sekaligus merespons lonjakan kebutuhan kapasitas jaringan untuk teknologi AI.

Ketergantungan Besar Jalur Siber Nasional

Sorotandunia.com – Indonesia tengah mengambil langkah besar untuk merombak arsitektur jaringan digitalnya. Melansir laporan CNA, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) kini membidik pengurangan dominasi Singapura yang menguasai 90 persen lalu lintas internet tanah air. Ketergantungan akut ini dinilai membawa risiko besar bagi stabilitas konektivitas nasional jika bertumpu pada satu koridor tunggal saja.

Direktur Strategi dan Kebijakan Infrastruktur Digital Kementerian Komdigi, Denny Setiawan, menegaskan kondisi tersebut saat berbicara dalam upacara penghargaan di Jakarta pada Senin, 8 Juni 2026. Menurutnya, pemusatan sumber daya internet di satu negara tetangga memaksa Indonesia harus segera membuka rute siber alternatif baru.

Urgensi Diversifikasi Kabel Bawah Laut

Singapura selama ini memegang posisi sebagai pusat digital utama di kawasan Asia Tenggara. Negara pulau tersebut menjadi titik temu utama bagi jaringan kabel bawah laut global, pusat data berskala masif, hingga penyedia layanan cloud internasional. Padahal, pipa bawah laut merupakan tulang punggung telekomunikasi vital yang mengalirkan lebih dari 99 persen lalu lintas data dunia. Data penting mulai dari surat elektronik, situs web, hingga konferensi video semuanya melewati jalur krusial ini.

Guna melepaskan diri dari bayang-bayang tersebut, pemerintah mendorong penguatan konektivitas secara merdeka. Indonesia sebagai negara kepulauan dengan lebih dari 17.000 pulau membutuhkan jaminan jaringan yang merata. Denny menyatakan pembangunan infrastruktur tidak boleh lagi terpusat. Keberagaman rute kabel bawah laut maupun jaringan kabel darat mutlak diperlukan di setiap pulau besar di Indonesia.

Kejar Kedaulatan Demi Teknologi Masa Depan

Kemandirian sektor siber ini berkaitan erat dengan kedaulatan digital nasional. Kebutuhan kapasitas jaringan yang andal melonjak tajam seiring pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) serta pengoperasian pusat data lokal. Indonesia perlu memperkuat otot infrastrukturnya secara mandiri agar potensi ekonomi digital di kawasan regional tidak terhambat masalah konektivitas.

Menyikapi tantangan itu, Komdigi sedang merapatkan barisan internal untuk menyelaraskan cetak biru pembangunan jangka panjang. Fokus integrasi saat ini mencakup penyelarasan proyek pusat data, bentangan kabel bawah laut, interkoneksi jaringan terestrial, hingga pengaturan spektrum frekuensi radio.

Baca Artikel Lainnya

Follow WhatsApp Channel Sorotan Dunia untuk Notifikasi Berita Terbaru Setiap Hari
Follow

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *