Presiden Marcos Teken SIPP 2026, Proyek Investasi Filipina Bisa Dapat Insentif Pajak hingga 27 Tahun

ferdinand marcos Internasional
Foto: Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. (AP/Ezra Acayan) via CNBC Indonesia
-AA+
comment 2 Created with Sketch Beta. 0 Komentar
Baca Laporan 10 detik
  • Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. resmi menyetujui Rencana Prioritas Investasi Strategis (SIPP) 2026 yang mengatur pemberian insentif pajak bagi sektor-sektor industri tertentu selama 14 hingga 27 tahun.
  • Cetak biru investasi ini dirumuskan oleh Badan Investasi (BOI) dan membagi sektor prioritas ke dalam tiga tingkatan (tier), mulai dari kebutuhan dasar, rantai pasok industri, hingga pengembangan sains dan teknologi.

Sorotandunia.com, MANILA – Langkah besar diambil Pemerintah Filipina untuk mendongkrak masuknya modal asing. Presiden Marcos telah menandatangani cetak biru promosi investasi baru yang memuat daftar industri yang berhak menerima insentif pajak. Kebijakan ini tertuang dalam Rencana Prioritas Investasi Strategis (SIPP) 2026 yang dieksekusi guna menjalankan amanat Undang-Undang CREATE MORE.

Melansir laporan philstar.com, persetujuan tersebut disahkan melalui Surat Edaran Nomor 47 yang ditandatangani oleh Sekretaris Eksekutif Ralph Recto pada 21 Mei 2026 dan dipublikasikan ke publik kemarin. Melalui regulasi baru ini, proyek-proyek yang masuk dalam daftar prioritas dapat menikmati fasilitas insentif fiskal dengan jangka waktu 14 hingga 27 tahun. Durasi insentif akan ditentukan berdasarkan lokasi proyek serta tingkatan prioritas industrinya.

Menteri Perdagangan sekaligus Ketua Badan Investasi (BOI), Cristina Roque, menegaskan bahwa SIPP 2026 merupakan instrumen strategis untuk transformasi ekonomi nasional. Pemerintah Filipina menggunakan peta jalan ini sebagai sinyal penarik modal bernilai tinggi yang diharapkan berdampak langsung pada penciptaan lapangan kerja, peningkatan keahlian pekerja, dan perbaikan taraf hidup masyarakat. BOI merumuskan SIPP 2026 setelah melewati proses konsultasi dengan Badan Peninjau Insentif Fiskal, lembaga promosi investasi, dan perwakilan sektor swasta.

Struktur SIPP 2026 membagi kegiatan industri ke dalam tiga tingkatan utama. Tingkat I (Tier I) mencakup pemenuhan kebutuhan dasar modern. Sektor di tingkat ini meliputi pertanian, perikanan, kehutanan, manufaktur, layanan kesehatan, manajemen risiko bencana, infrastruktur, logistik, energi, serta kegiatan industri halal, kosher, dan organik. Industri ramah lingkungan seperti pengolahan limbah industri beracun, penyediaan air bersih massal, pengelolaan air limbah, dan proyek perubahan iklim juga dimasukkan dalam kategoni ini.

Fokus untuk Tingkat II (Tier II) diarahkan pada penguatan kedaulatan dan ketahanan nasional. Sektor yang berhak mendapat insentif di tingkat ini adalah layanan terkait pertahanan keamanan, proyek pengisian kesenjangan rantai nilai industri, dan kegiatan yang menunjang ketahanan pangan.

Tingkat III (Tier III) didedikasikan penuh untuk industri masa depan yang berbasis pada sains, teknologi, serta inovasi tinggi. Di luar sistem tiga tingkatan tersebut, fasilitas insentif pajak dari pemerintah ini tetap berlaku untuk aktivitas ekspor, kegiatan yang telah diatur oleh undang-undang khusus, serta proyek investasi yang diprioritaskan di wilayah atau daerah tertentu.

🔗 BACA SELANJUTNYA
Ringgit Melemah ke 3,96 per Dolar AS Usai Libur Panjang, Ditopang Data Ekonomi Amerika
Strategi Hadapi Ketidakpastian Global: Singapura Ambil Peran Super-Connector Rantai Pasok Lewat Kerja Sama Multilateral

Follow WhatsApp Channel Newsray untuk Notifikasi Berita Terbaru Setiap Hari
Follow

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *