Utusan Qatar Tiba di Teheran, AS-Pakistan Targetkan Damai Hari Ini Tapi Iran Ragu
Baca 10 detik Baca 10 Detik Delegasi dan negosiator asal Qatar resmi mendarat di Teheran untuk meninjau perkembangan diplomatik serta memfasilitasi penyelesaian perjanjian damai antara AS dan Iran. Presiden AS...
Internasional - Delegasi dan negosiator asal Qatar resmi mendarat di Teheran untuk meninjau perkembangan diplomatik serta memfasilitasi penyelesaian perjanjian damai antara AS dan Iran.
- Presiden AS Donald Trump mengklaim kesepakatan penghentian perang akan diteken hari Minggu (14/6/2026) sekaligus membuka kembali Selat Hormuz untuk pelayaran global.
- Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) bersama Kementerian Luar Negeri Iran membantah klaim sepihak Trump dan menegaskan memorandum belum selesai.
Misi Diplomatik Qatar di Teheran
Sorotandunia.com – Proses mediasi untuk mengakhiri perang antara Iran dan Amerika Serikat memasuki babak baru. Negosiation asal Qatar bersama seorang diplomat dilaporkan telah mendarat di Teheran pada Minggu (14/6/2026) pagi waktu setempat. Kunjungan mendadak ini bertujuan membantu memfasilitasi penyelesaian perjanjian sekaligus meninjau perkembangan terbaru dari proses diplomasi kedua negara.
Melansir laporan DetikNews yang mengutip kantor berita Iran ISNA dan Tasnim, penasihat menteri luar negeri Qatar diutus langsung dalam rombongan tersebut. Seorang diplomat yang mengetahui situasi ini secara anonim mengonfirmasi kepada AFP bahwa kehadiran delegasi Qatar murni untuk mengawal draf kesepakatan final. Pakistan selaku pemimpin mediasi konflik Timur Tengah ini bersama pihak AS sempat mengindikasikan bahwa dokumen akhir perang akan ditandatangani hari ini.
Klaim Pembukaan Selat Hormuz oleh Donald Trump
Sinyal optimis sebelumnya ditiupkan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Lewat unggahan di platform Truth Social pada Sabtu (13/6/2026), Trump menyatakan jadwal penandatanganan kesepakatan damai Timur Tengah sudah ditetapkan hari Minggu. Dia menjanjikan bahwa selat strategis dunia akan langsung beroperasi normal pasca-penandatanganan.
“Kesepakatan itu dijadwalkan akan ditandatangani besok, dan segera setelah ditandatangani, Selat Hormuz TERBUKA UNKTUK SEMUA,” tulis Trump.
Langkah pembukaan kembali Selat Hormuz sangat dinantikan pasar internasional. Jalur pelayaran tersebut berstatus sebagai urat nadi distribusi minyak dan gas global. Trump meyakini kesepakatan ini bisa meredakan guncangan pasokan energi dunia akibat perang berbulan-bulan.
Bantahan Keras Korps Garda Revolusi Iran
Optimisme Washington justru berbenturan dengan sikap internal Teheran. Kementerian Luar Negeri Iran menyuarakan keraguan atas target waktu yang disebut AS. Pemerintah Iran menegaskan keputusan akhir terkait kerangka kerja perjanjian belum sepenuhnya disepakati.
Bantahan lebih keras datang dari Korps Garda Revolusi Islam (IRGC). Angkatan bersenjata elite Iran tersebut mengkritik manuver Trump yang dianggap terlalu memaksakan kehendak agar penandatanganan dilakukan hari ini. IRGC menyatakan pengumuman sepihak dari Gedung Putih tetap dirilis meskipun tim negosiator Iran sudah menegaskan memorandum belum rampung.
Melalui saluran resmi di Telegram, IRGC menuding ada motif personal di balik desakan cepat sang Presiden AS. Pengamat internal Iran menilai kegigihan Trump berkaitan erat dengan momentum ulang tahun pribadinya yang jatuh pada tanggal 14 Juni. Pihak militer Iran menganggap klaim percepatan ini sengaja dirancang Trump sebagai panggung publisitas dan perayaan simbolis pribadinya semata. Kesepakatan dipastikan tidak akan diteken pada hari Minggu ini.















