Menhan Filipina Gilberto Teodoro Bersumpah Lawan Sanksi dan Agresi China
Baca 10 detik Baca 10 Detik Menteri Pertahanan Filipina Gilberto Teodoro tetap berkomitmen membela negaranya dari agresi China meskipun baru saja dijatuhi sanksi pribadi oleh Beijing. Kementerian Luar Negeri China...
Internasional - Menteri Pertahanan Filipina Gilberto Teodoro tetap berkomitmen membela negaranya dari agresi China meskipun baru saja dijatuhi sanksi pribadi oleh Beijing.
- Kementerian Luar Negeri China menjatuhkan sanksi kepada Teodoro dan kerabat dekatnya akibat pernyataan yang dinilai merugikan kepentingan bilateral kedua negara.
- Manila mengecam sanksi tersebut sebagai tindakan tidak ramah yang memperumit hubungan diplomatik dan merusak rasa saling percaya.
Respons Keras Menhan Filipina Terhadap Sanksi Beijing
Sorotandunia.com – Menteri Pertahanan Filipina Gilberto Teodoro menegaskan komitmennya untuk terus membela kedaulatan negaranya dari tindakan China. Pernyataan ini muncul pada Jumat (12 Juni) sebagai respons langsung atas sanksi yang dijatuhkan Beijing kepadanya sehari sebelumnya. Teodoro menilai sanksi tersebut merupakan konsekuensi bagi pihak yang berbicara jujur melawan tipu daya pemerintah China.
Melansir laporan The Business Times, ketegangan ini dipicu oleh sanksi Kementerian Luar Negeri China yang menargetkan Teodoro serta kerabat dekatnya. Beijing menuduh kepala pertahanan Manila tersebut berulang kali melontarkan pernyataan keliru yang merusak kepentingan sah China dan memperburuk hubungan bilateral kedua negara.
Kecaman Diplomatik Manila dan Eskalasi Konflik
Kementerian Luar Negeri Filipina merespons formal tindakan sepihak tersebut pada Kamis malam. Manila menilai sanksi Beijing sebagai langkah tidak ramah yang mempersulit pengelolaan perbedaan secara bertanggung jawab. Kebijakan ini dianggap menghambat terciptanya kondisi ideal untuk keterlibatan konstruktif antaranegara.
Hubungan Manila dan Beijing terus merosot di bawah pemerintahan Presiden Ferdinand Marcos Jr. Filipina secara konsisten menolak klaim wilayah dan agresi Beijing di kawasan Laut China Selatan. Sebaliknya, China balik menuduh Filipina melakukan pelanggaran wilayah secara sengaja di perairan yang menjadi sengketa tersebut.
Jejak Sanksi Internasional China dan Ketegangan Regional
Tindakan Beijing menempatkan Teodoro dalam daftar pejabat asing yang menerima pembatasan serupa dalam beberapa tahun terakhir. Berdasarkan data yang dikutip dari The Business Times, China pernah menjatuhkan sanksi kepada Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio pada 2020 saat masih menjabat sebagai senator. Sanksi sejenis juga sempat menyasar lima anggota parlemen Uni Eropa pada 2021 sebelum akhirnya dicabut pada 2025 demi kepentingan diplomasi ekonomi.
Perselisihan Teodoro dan Beijing sempat meruncing pada 2 Juni ketika China menuduhnya melakukan pertunjukan politik dan tidak tahu berterima kasih atas pasokan komoditas penting. Tuduhan itu muncul setelah Teodoro menyatakan kepada Reuters di sela-sela Dialog Shangri-La Singapura bahwa Filipina tidak memiliki pilihan selain melawan ancaman teritorial serta politik dari China. Ketegangan bilateral ini diperkuat oleh aksi diplomatik Manila pada 9 Juni yang memprotes keberadaan ilegal struktur terapung milik China di atol sengketa.












