Iran Balas Dengan Rudal Ke Pangkalan Militer AS di Kawasan Teluk, Ledakan Guncang Kuwait dan Bahrain
Baca Artikel Singkat 10 detik • Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) meluncurkan serangan rudal ke pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Teluk sebagai balasan atas agresi udara AS di...
Internasional Sumber: detik
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) meluncurkan serangan rudal udara ke sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat (AS) di kawasan Teluk, Sabtu (6/6/2026). Langkah ini diambil Teheran sebagai bentuk aksi balasan langsung setelah militer AS membom instalasi radar pengintaian pantai di wilayah selatan Iran.
Berdasarkan data yang dikutip dari detik melansir laporan AFP, rentetan ledakan keras mulai terdengar di wilayah Kuwait dan Bahrain pada Sabtu pagi. Dua negara Teluk ini diketahui menjadi lokasi penampungan berbagai aset militer strategis milik Washington.
Militer Kuwait mengonfirmasi pasukannya langsung bergerak merespons serangan rudal dan drone yang mereka sebut berasal dari pihak musuh. Otoritas Bahrain mengambil tindakan darurat dengan mengaktifkan sirene peringatan serangan udara di wilayahnya, sekaligus meminta warga sipil segera mencari perlindungan.
Hingga laporan ini diturunkan, belum ada data resmi mengenai jumlah korban jiwa maupun total kerusakan fasilitas di kedua negara tersebut.
IRGC mengumumkan operasi militer ini lewat stasiun penyiaran negara Iran, IRIB, serta kantor berita Tasnim. Pihak Iran menolak menyebutkan secara rinci titik koordinat pangkalan AS yang menjadi sasaran tembak.
Mereka menegaskan serangan rudal didasari oleh agresi militer AS ke kota Sirik dan Pulau Qeshm di tepi Selat Hormuz yang dituding menewaskan anak-anak.
Komando Pusat AS (CENTCOM) yang memegang kendali operasi militer di Timur Tengah menyatakan, pasukannya membom situs radar pengintaian pantai Iran di Goruk dan Pulau Qeshm.
CENTCOM beralasan serangan udara ke fasilitas radar tersebut merupakan tindakan preventif demi mencegah serangan lanjutan dari Teheran.
Aksi ofensif Washington bermula ketika tentara AS menembak jatuh empat drone serang satu arah milik Iran di Selat Hormuz. Pihak Pentagon menilai drone-drone tersebut membawa ancaman nyata bagi keamanan lalu lintas pelayaran maritim internasional di kawasan Teluk.














