Perombakan Kabinet Brunei, Sultan Hassanal Bolkiah Tunjuk Dua Putranya Jadi Menteri
Baca Artikel Singkat 10 detik • Sultan Brunei Darussalam Hassanal Bolkiah mengumumkan perombakan kabinet besar-besaran dengan mengangkat dua putra bungsunya masuk ke dalam jajaran menteri pemerintahan. • Langkah politik ini...
Internasional Sumber: Thestar
Penguasa Brunei Darussalam, Sultan Hassanal Bolkiah, mengumumkan perombakan besar-besaran dalam struktur kabinet pemerintahannya pada Kamis, 4 Juni 2026. Berdasarkan data yang dikutip dari thestar, perombakan ini menjadi momentum perdana sejak tahun 2022. Keputusan strategis tersebut dinilai banyak pihak sebagai langkah awal perencanaan suksesi kepemimpinan di negara kesultanan kaya minyak tersebut.
Sultan Hassanal Bolkiah yang kini berusia 79 tahun menegaskan tetap memegang posisi krusial sebagai perdana menteri, menteri pertahanan, dan menteri keuangan. Melalui siaran televisi resmi, raja yang bertakhta sejak 1967 ini mempercayakan posisi menteri luar negeri kepada putra keduanya yang termuda, Pangeran Abdul Mateen. Jabatan menteri luar negeri sebelumnya dipegang langsung oleh sultan.
Putra lainnya, Pangeran Abdul Malik, mendapatkan peran kabinet pertamanya dengan diangkat sebagai Menteri di Kantor Perdana Menteri. Pengangkatan ini melengkapi formasi anak laki-laki sultan di jajaran eksekutif. Putra sulungnya, Putra Mahkota Al-Muhtadee Billah, dipastikan tetap mempertahankan jabatannya yang sekarang sebagai Menteri Senior di Kantor Perdana Menteri.
Perubahan politik internal ini bergulir satu tahun menjelang perayaan jubileum berlian masa pemerintahan sultan. Kondisi fisik sang raja sendiri sedang membatasi intensitas tampil di depan publik setelah menjalani operasi penggantian lutut pada Januari lalu.
Melansir laporan thestar, reorganisasi pemerintahan tidak hanya menyasar sektor personalia tetapi juga restrukturisasi institusi. Sultan Hassanal Bolkiah membentuk tiga posisi menteri baru demi memperkuat fungsi koordinasi kebijakan. Kementerian Sumber Daya Primer dan Pariwisata kini dilebur dan diorganisasi ulang menjadi Kementerian Ekonomi, Perdagangan, dan Industri.
“Hal ini dimaksudkan untuk mempercepat pengembangan sektor-sektor prioritas, memperkuat upaya diversifikasi ekonomi, mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan, dan menciptakan peluang kerja yang berarti,” ujar Sultan Hassanal Bolkiah dalam pidatonya. Perubahan ini turut mencetak sejarah baru dengan menempatkan jumlah menteri perempuan tertinggi, termasuk posisi menteri pendidikan dan tiga wakil menteri.
Kebijakan domestik Brunei saat ini sedang diuji oleh rembetan krisis energi global yang dipicu oleh perang AS-Israel di Iran. Secara ekonomi, Brunei sempat diuntungkan lewat lonjakan volume ekspor minyak mentah, produk olahan, serta gas dalam beberapa pekan terakhir. Lonjakan tersebut memicu konsekuensi lain berupa pembengkakan nilai subsidi energi harian domestik. Anggaran negara tertekan demi mempertahankan harga bensin lokal agar tetap menjadi salah satu yang paling murah di kawasan Asia Tenggara.
Pemerintah Brunei memperketat wilayah perbatasan sejak bulan lalu sebagai langkah mitigasi. Kendaraan berplat nomor asing dilarang masuk ke wilayah Brunei jika tangki bahan bakar mereka terisi kurang dari tiga perempat penuh. Aturan tegas ini diberlakukan untuk menekan praktik penyelundupan lintas batas sekaligus mengamankan pasokan domestik. Departemen energi pemerintah setempat juga telah membentuk komite khusus pada Rabu, 3 Juni 2026, yang bertugas memantau serta mengoordinasikan langkah taktis penanganan dampak konflik Timur Tengah.














