Drone Iran Hantam Bandara Kuwait, Satu Orang Tewas dan Puluhan Terluka
Baca Artikel Singkat 10 detik • Sebuah drone berdesain sayap delta menabrak terminal penumpang Bandara Internasional Kuwait pada Rabu, menewaskan satu warga negara India dan melukai 63 orang lainnya. •...
Internasional Sumber: APNews
Terminal penumpang Bandara Internasional Kuwait hancur akibat hantaman drone pada Rabu. Serangan ini merenggut nyawa satu warga negara India dan melukai 63 orang lainnya, termasuk pekerja dan penumpang pesawat. Beberapa korban mengalami luka serius. Merespons insiden berdarah ini, Kementerian Luar Negeri Kuwait langsung mengusir dua diplomat Iran. Melansir laporan apnews.com, otoritas Kuwait menegaskan tidak akan menerima atau menoleransi agresi semacam ini.
Bandara utama Kuwait baru saja beroperasi kembali pada Senin. Fasilitas ini sempat tutup berbulan-bulan imbas perang yang bermula pada 28 Februari melalui serangan AS dan Israel terhadap Iran. Rekaman pengawasan dari Direktorat Jenderal Penerbangan Sipil Kuwait merekam detik-detik hantaman dari berbagai sudut. Sebuah drone berdesain sayap delta menabrak langsung bangunan terminal. Pasukan keamanan Kuwait juga mendapati komponen mesin pesawat kecil di lokasi. Benda ini identik dengan mesin drone Shahed buatan Iran.
Juru bicara Kementerian Pertahanan Kuwait, Brigjen Saud Abdulaziz Al-Otaibi, mengonfirmasi serangan “sejumlah drone musuh” ke fasilitas sipil tersebut. Sistem pertahanan Kuwait berhasil menghancurkan lebih dari selusin rudal dan beberapa drone yang datang dari Iran. Bandara kini dibuka sebagian. Penerbangan Kuwait Airways dialihkan ke terminal berbeda. Penerbangan maskapai lain dibekukan total.
Garda Revolusi Iran membantah keras menembaki bandara. Mereka menuding kerusakan terminal terjadi akibat kegagalan rudal pencegat buatan Amerika Serikat mengenai target, tanpa menyertakan bukti apa pun. Komando Pusat AS membalas bantahan tersebut melalui platform X. Militer AS menyebut klaim Iran palsu dan mengklasifikasikan insiden ini sebagai serangan yang disengaja, terencana, dan tidak dapat dibenarkan.
Konflik terbuka meluas hingga ke negara Teluk lainnya. Militer AS menembak jatuh dua rudal Iran yang mengarah ke Kuwait. Pasukan gabungan AS dan Bahrain juga mencegat tiga rudal dan beberapa drone yang menargetkan markas Armada ke-5 Angkatan Laut AS di kerajaan Teluk tersebut. Garda Revolusi Iran secara terbuka mengakui menargetkan markas Armada ke-5 dan fasilitas militer AS di negara-negara lain.
AS merespons dengan melancarkan serangan ke stasiun kendali darat militer Iran di Pulau Qeshm, wilayah Selat Hormuz. Kementerian Luar Negeri Iran mengklaim sebuah menara telekomunikasi terkena serangan. Iran menilai tindakan militer AS ini sebagai agresi yang melanggar kesepakatan gencatan senjata.
Perang yang kini memasuki bulan keempat ini makin rumit oleh konflik di Lebanon. Pasukan Israel bergerak masuk lebih dalam ke wilayah Lebanon melampaui rekor seperempat abad terakhir. Militan Hizbullah membalas dengan rentetan roket dan drone. Iran menuntut gencatan senjata terpisah di Lebanon segera diberlakukan sebelum pihaknya kembali ke meja perundingan.
Dinamika ini memicu gesekan antara para pemimpin negara sekutu. Presiden AS Donald Trump mengakui telah menyebut Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu “gila” dalam percakapan telepon yang dipenuhi kata kasar pada hari Senin. Trump mengonfirmasi makian tersebut dalam podcast “Pod Force One” milik The New York Post pada Rabu. Ia merasa agak terganggu karena perseteruan Israel dengan Hizbullah menghambat negosiasi AS dengan Iran.
Trump tetap menilai hubungannya dengan Netanyahu berjalan baik dan solid. Berbicara kepada saluran berita CNBC, Netanyahu mengakui ada perbedaan taktik dengan Trump. Ia mengklaim kedua negara memiliki tujuan bersama. “Kami selalu menemukan cara untuk menyelesaikan perbedaan kami,” kata Netanyahu kepada CNBC. Ia juga memperingatkan bahwa Iran sedang “bermain api”.
Terkait status gencatan senjata, Trump memberi pernyataan kepada wartawan. “Kami telah menyerang mereka dengan cukup keras,” ucap Trump pada hari Rabu. “Saya akan mengatakan di bagian dunia itu, gencatan senjata adalah ketika Anda menembak dengan cara yang lebih moderat.”
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi membalas peringatan tersebut melalui platform X. Ia menegaskan setiap tindakan permusuhan akan mendapat respons langsung dan tegas.
Imbas rentetan serangan ini memukul sektor ekonomi global. Harga bahan bakar dunia bertahan di level tinggi. Iran memegang kendali Selat Hormuz sebagai jalur vital minyak, gas alam, dan pupuk dunia. AS terus memblokade pelabuhan-pelabuhan Iran. Di Gedung Putih, Ketua DPR Mike Johnson, Trump, Wakil Presiden JD Vance, dan Menteri Luar Negeri Marco Rubio berdiskusi selama tiga jam pada Senin.
Mereka berusaha menyelesaikan bagian terakhir untuk memuluskan kembali jalur perdagangan internasional. Marco Rubio menghadapi pertanyaan tajam di Kongres mengenai dampak ekonomi dari konflik panjang ini.















