Jangan Tunggu Dibajak, Ini 5 Cara Mengamankan Akun WhatsApp dari Peretasan
Baca Artikel Singkat 10 detik • Modus operandi pembajakan akun WhatsApp paling sering terjadi melalui kelengahan pengguna dalam menjaga kerahasiaan enam digit kode OTP. • Fitur Verifikasi Dua Langkah (Two-Step...
Digital Sorotandunia.com – WhatsApp menjadi aplikasi pesan instan yang paling banyak digunakan sekaligus menjadi sasaran utama para pelaku kejahatan siber. Modus penipuan dengan mengambil alih akun sering kali merugikan korban secara finansial dan merusak reputasi personal. Untuk mencegah hal tersebut, diperlukan langkah preventif yang konkret guna memperketat sistem keamanan aplikasi.
Berikut adalah langkah-langkah strategis yang wajib diterapkan untuk menjaga akun WhatsApp tetap aman dari risiko pembajakan:
1. Aktifkan Verifikasi Dua Langkah (Two-Step Verification)
Fitur ini merupakan lapisan keamanan paling krusial di WhatsApp. Ketika fitur ini aktif, siapa pun yang mencoba memverifikasi nomor telepon Anda di ponsel lain wajib memasukkan enam digit PIN rahasia yang telah Anda buat.
Cara mengaktifkannya:
-
Buka Setelan (Settings) di WhatsApp.
-
Pilih menu Akun (Account), lalu klik Verifikasi Dua Langkah (Two-Step Verification).
-
Klik Nyalakan (Turn On) dan masukkan enam digit PIN yang mudah Anda ingat namun sulit ditebak.
-
Tautkan alamat email aktif sebagai sarana pemulihan jika Anda lupa PIN tersebut.
2. Jangan Pernah Bagikan Kode OTP
Kode One-Time Password (OTP) berupa enam digit angka yang dikirimkan melalui SMS adalah kunci gerbang utama akun Anda. WhatsApp tidak pernah meminta kode ini melalui ruang obrolan, telepon, maupun surat elektronik. Jika ada pihak yang mengaku dari perbankan, instansi pemerintah, atau bahkan lingkaran pertemanan terdekat meminta kode tersebut dengan alasan apa pun, segera tolak dan abaikan.
3. Manfaatkan Pengunci Biometrik Aplikasi
Mengamankan aplikasi dari akses fisik orang asing di sekitar Anda sangat penting. WhatsApp menyediakan fitur pengunci bawaan menggunakan sidik jari (Fingerprint Lock) atau pemindaian wajah (Face ID).
Cara mengaktifkannya:
-
Masuk ke Setelan (Settings), kemudian pilih Privasi (Privacy).
-
Gulir ke bawah hingga menemukan menu Kunci Aplikasi (App Lock) atau Kunci Sidik Jari (Fingerprint Lock).
-
Aktifkan fitur tersebut dan atur durasi penguncian otomatis menjadi “Segera” (Immediately).
4. Periksa Perangkat Tertaut secara Berkala
Fitur WhatsApp Web atau WhatsApp Desktop sering kali dimanfaatkan oleh pelaku untuk mengintip percakapan tanpa sepengetahuan pemilik ponsel. Biasakan untuk memeriksa komputer atau perangkat lain mana saja yang memiliki akses ke akun Anda.
Cara memeriksanya:
-
Ketuk ikon titik tiga di pojok kanan atas (Android) atau menu Pengaturan (iOS).
-
Pilih Perangkat Tertaut (Linked Devices).
-
Tinjau daftar perangkat yang muncul. Jika melihat ada perangkat asing atau lokasi yang tidak dikenal, segera ketuk perangkat tersebut dan pilih Keluar (Log Out).
5. Waspadai Tautan Asing dan File Unduhan
Metode phishing (pengelabuan) sering digunakan hacker untuk menyisipkan malware ke dalam ponsel korban. Jangan pernah mengeklik tautan asing yang menawarkan hadiah, pembaruan aplikasi ilegal, atau file dengan format .apk dari nomor yang tidak dikenal. File-file tersebut dapat merekam aktivitas layar dan mencuri data kredensial di dalam ponsel pintar Anda.















