Rusia Tuding Ukraina Jadi Akar Masalah Keretakan Hubungan Moskow dengan Eropa
Intisari Laporan • Kremlin menegaskan bahwa seluruh ketegangan diplomatik antara Rusia dan negara-negara Eropa bersumber dari tindakan rezim pemerintah Ukraina. • Presiden Vladimir Putin membantah tuduhan Uni Eropa terkait insiden...
Internasional Sorotandunia.com, Moskow – Pemerintah Rusia melemparkan tudingan keras terhadap Kiev di tengah memanasnya hubungan diplomatik mereka dengan negara-negara barat. Juru Bicara Kremlin, Dmitry Peskov, menyatakan bahwa Pemerintah Ukraina merupakan akar dari seluruh masalah dan ketegangan yang terjadi antara Rusia dengan Eropa saat ini. Menurutnya, isu-isu lain yang berkembang di lapangan hanya sebuah dampak dari tindakan rezim Kiev.
Pernyataan tersebut disampaikan Peskov dalam wawancara bersama media Vesti di Moskow pada Minggu, sebagaimana dihimpun dari laporan Kantor Berita ANTARA. Dalam kesempatan tersebut, Kremlin juga menyerang balik Uni Eropa yang dianggap telah melampaui batas dalam memperpanjang durasi konflik. Reaksi keras ini muncul setelah Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen, menyalahkan Moskow atas insiden pesawat nirawak yang memasuki wilayah udara Rumania dan menyebut tindakan Rusia telah melampaui “garis merah”. Peskov menegaskan negara-negara yang terus menyokong jalannya perang tidak pantas berbicara tentang batasan atau garis merah.
Ketegangan ini bermula dari insiden pada Jumat (29/5), saat Kementerian Pertahanan Rumania melaporkan sebuah drone menghantam atap rumah warga di wilayah Galati. Peristiwa tersebut menyebabkan dua orang mengalami luka-luka. Militer Rumania mengaku sempat melacak pergerakan pesawat tak berawak itu melalui radar, namun memilih untuk tidak melakukan pencegatan.
Pemerintah Rumania langsung menuduh Rusia sebagai dalang di balik serangan udara tersebut tanpa menyertakan bukti-bukti pendukung. Akibat peristiwa ini, Presiden Rumania Nicusor Dan mengambil langkah tegas dengan menyatakan Konsul Jenderal Rusia di Constanta sebagai persona non-grata atau pihak yang tidak diinginkan. Pemerintah Rumania juga memutuskan untuk menutup kantor konsulat jenderal tersebut secara resmi.
Presiden Rusia Vladimir Putin langsung pasang badan membela negaranya. Putin menilai negara-negara Uni Eropa selalu mengambil kesimpulan sepihak dengan langsung menuduh Rusia setiap kali ada drone asing yang melintasi wilayah mereka. Pemimpin Rusia itu menduga kuat bahwa drone yang jatuh di Galati sebenarnya merupakan aset militer milik Ukraina. Putin menyebut pesawat nirawak tersebut kemungkinan besar menyimpang dari rute aslinya akibat terkena gangguan elektronik atau mengalami kerusakan teknis di udara.












