Presiden Senegal Tunjuk Ahmadou Al Aminou Mohamed Lo Jadi PM, Ousmane Sonko Pilih Boikot Kabinet
Intisari Laporan • Presiden Senegal Bassirou Diomaye Faye resmi menunjuk ekonom senior Ahmadou Al Aminou Mohamed Lo sebagai perdana menteri baru untuk mengatasi krisis utang negara, menyusul pembubaran kabinet dan...
Internasional Presiden Senegal Bassirou Diomaye Faye resmi mengumumkan jajaran pemerintahan baru yang dipimpin oleh ekonom senior Ahmadou Al Aminou Mohamed Lo sebagai perdana menteri. Melansir laporan aljazeera.com, penunjukan Lo dilakukan langsung oleh Faye lewat siaran televisi lokal pada Senin waktu setempat dengan target utama membawa Senegal keluar dari krisis utang yang melumpuhkan perekonomian nasional.
Perdana Menteri Lo langsung merilis daftar 30 menteri baru yang mengisi kabinet. Menariknya, struktur kabinet ini tetap memasukkan beberapa anggota dan sekutu dari partai Pastef, meskipun pemimpin partai tersebut, Ousmane Sonko, secara terbuka menyatakan menolak bergabung dan memboikot pemerintahan bentukan Faye.
Langkah pengumuman kabinet ini dilakukan kurang dari dua minggu setelah Presiden Faye memecat Sonko dari kursi perdana menteri dan membubarkan kabinet lama akibat perselisihan tajam mengenai arah kebijakan ekonomi. Hubungan antara Faye dan Sonko, yang awalnya merupakan sekutu politik dekat, kini berubah menjadi rivalitas terbuka.
Melalui pernyataan di media sosial X, Sonko mengonfirmasi bahwa ia telah bertemu dengan Faye sebelum pengumuman kabinet dilakukan. Pertemuan panjang tersebut menghasilkan poin-poin ketidaksepakatan yang krusial mengenai peran masa depan Pastef. Ketidakcocokan ini membuat Sonko menegaskan bahwa Pastef tidak akan ambil bagian dalam pemerintahan baru dan mendoakan kesuksesan bagi tim bentukan Faye.
Sikap politik Sonko berpotensi memperdalam krisis politik di negara Afrika Barat ini. Sonko baru saja terpilih sebagai ketua parlemen melalui pemungutan suara yang diboikot oleh pihak oposisi. Kendali politik Sonko sangat kuat karena Pastef memegang mayoritas mutlak dengan menguasai 130 dari total 165 kursi di badan legislatif Senegal.
Ketegangan antara dua tokoh ini sebenarnya sudah mulai mengemuka pada Juli tahun lalu, ketika Sonko mengkritik Faye atas tuduhan kegagalan kepemimpinan. Situasi kian meruncing pada Mei saat presiden membalas dengan menyatakan bahwa Pastef harus didepersonalisasi dari dominasi pemimpin tertentu. Perbedaan ideologi juga terlihat dari kebijakan ekonomi, di mana Faye memilih bersikap terbuka untuk bernegosiasi mengenai program pinjaman baru dengan Dana Moneter Internasional, sedangkan Sonko menuntut pendekatan ekonomi yang lebih berdaulat.
Hubungan masa lalu kedua tokoh ini tercatat sangat erat. Faye menunjuk Sonko sebagai perdana menteri pada April 2024, tepat setelah memenangkan pemilu presiden. Sonko sendiri merupakan figur populer di kalangan anak muda Senegal berkat retorika pan-Afrikanya saat melawan mantan Presiden Macky Sall yang berkuasa pada 2012-2024. Sonko diprediksi kuat memenangkan pemilu presiden lalu jika dirinya tidak dijatuhi vonis kasus pencemaran nama baik yang menjegal langkahnya maju sebagai kandidat.













