Presiden Lee Jae Myung Jamu 18 Menlu Afrika di Cheong Wa Dae, Targetkan KTT Reguler 2029
Baca Artikel Singkat 10 detik • Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung menggelar pertemuan dengan para menteri luar negeri dari 18 negara Afrika dan organisasi internasional di Cheong Wa Dae...
Internasional Sumber: Korea.net
Sorotandunia.com – Pemerintah Korea Selatan secara resmi menyatakan komitmennya untuk memperluas jangkauan kerja sama dengan negara-negara di Benua Afrika. Komitmen ini disampaikan langsung oleh Presiden Lee Jae Myung saat menerima kunjungan kehormatan para menteri luar negeri dari 18 negara Afrika di Cheong Wa Dae pada tanggal 2 Juni 2026. Pertemuan bilateral ini difasilitasi dalam agenda Pertemuan Menteri Luar Negeri Korea-Afrika yang pertama kali digelar.
Berdasarkan data yang dikutip dari korea.net, delegasi yang hadir mencakup perwakilan diplomatik tingkat tinggi dari berbagai negara, di antaranya Mesir, Kenya, dan Nigeria. Juru Bicara Kantor Kepresidenan Republik Korea, Kang Yu-jung, mengonfirmasi lewat pengarahan tertulis bahwa utusan dari Uni Afrika serta Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Afrika turut menghadiri forum tersebut. Presiden Lee menegaskan bahwa Seoul menaruh perhatian khusus dalam membangun kemitraan strategis dengan wilayah Afrika melalui latar belakang sejarah yang dinilai memiliki kemiripan.
Pihak Korea Selatan memproyeksikan hubungan diplomasi ini melangkah ke tahap yang lebih tinggi. Presiden Lee menyampaikan harapannya agar Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Korea-Afrika dapat terlaksana pada tahun 2029. Forum puncak tersebut ditargetkan untuk diselenggarakan secara reguler pada masa mendatang. Guna merealisasikan rencana tersebut, kepala negara Korea Selatan itu memastikan bakal menjadwalkan kunjungan resmi ke sejumlah negara Afrika guna mempererat diplomasi secara langsung.
Kunjungan para menteri luar negeri ini sekaligus menjadi ruang apresiasi terhadap kontribusi pembangunan yang telah disalurkan oleh Korea Selatan selama ini. Negara-negara Afrika menyatakan keberhasilan mereka dalam mengadopsi inspirasi dari pengalaman Korea Selatan yang mampu bangkit dari dampak perang serta kemiskinan. Kerja sama pembangunan yang berjalan mencakup sektor-sektor krusial, seperti pertanian, pengelolaan air minum, pendidikan, teknologi, pemerintahan digital, hingga program transformasi digital.
Perwakilan delegasi Benua Hitam berharap hubungan ini memberikan dampak ekonomi yang lebih masif secara riil. Mereka mendorong peningkatan volume investasi dari perusahaan-perusahaan asal Korea Selatan untuk berekspansi ke pasar Afrika. Sinergi ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan industri dan transfer teknologi di berbagai bidang utama bagi kedua belah pihak.












