Intisari Laporan
  • Mayoritas individu kekayaan tinggi di Asia Pasifik mengkhawatirkan perlambatan ekonomi global dan kejatuhan pasar saham dalam tiga tahun ke depan.
  • Banyak keluarga kaya di wilayah ini, termasuk di Malaysia dan Hong Kong, belum memiliki rencana suksesi bisnis yang matang untuk generasi penerus.

Sebanyak 55 persen individu dengan kekayaan bersih tinggi di kawasan Asia Pasifik dibayangi kekhawatiran terhadap ancaman resesi ekonomi global dalam tiga tahun mendatang. Temuan ini dilaporkan oleh bank asal Swiss, Lombard Odier, melalui hasil survei yang melibatkan lebih dari 390 responden di wilayah tersebut.

​Hampir separuh dari total responden juga menyatakan kecemasan terhadap potensi jatuhnya pasar saham dunia. Tekanan inflasi di berbagai negara memicu kelompok berpenghasilan tinggi ini mengalihkan fokus mereka pada strategi menjaga nilai kekayaan serta pengelolaan risiko investasi yang lebih ketat.

Ketidakpastian ekonomi ini dipicu oleh beberapa faktor fundamental. Kebijakan tarif Amerika Serikat, lonjakan harga energi akibat perang di Timur Tengah yang sudah berlangsung tiga bulan, hingga fluktuasi pasar global menjadi variabel utama yang membebani ekspektasi investor.

​Tantangan bagi para konglomerat Asia tidak hanya berasal dari faktor eksternal. Lombard Odier mencatat hampir 40 persen responden belum menyusun perencanaan suksesi kekayaan keluarga. Meskipun ada keinginan besar agar aset tetap bertahan secara turun-temurun, kesiapan nyata di lapangan tergolong rendah.

Pasar di Jepang, Filipina, Malaysia, dan Hong Kong tercatat memiliki tingkat kesiapan suksesi paling rendah. Head of Wealth Planning Lombard Odier Asia, Louisa Loo, mengungkapkan dalam diskusi media di Singapura, Kamis (28/5), bahwa kendala utama terletak pada dominasi generasi pendiri. Kepala keluarga seringkali masih memegang kendali penuh tanpa melibatkan generasi penerus dalam operasional bisnis.

​Kondisi tersebut berdampak pada renggangnya minat generasi muda terhadap bisnis keluarga. Banyak dari mereka telah membangun jalur karier atau minat bisnis sendiri, sehingga tidak memiliki ketertarikan untuk mengambil alih tongkat estafet kepemimpinan aset keluarga.

Riset ini dilakukan sepanjang Desember 2025 hingga Februari 2026. Para partisipan merupakan individu dengan aset investasi bersih minimal US$1 juta per orang, yang mencakup nasabah internal Lombard Odier maupun investor umum di kawasan Asia Pasifik.


 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *