Imbas Pendapatan Turun Rp7,5 Triliun, Xbox Siap Hadapi PHK Massal Juli Ini

microsoft Bisnis
Krisis Margin Keuntungan, CEO Xbox Asha Sharma Pangkas Anggaran dan Batalkan Rilis Game di PS5
-AA+
comment 2 Created with Sketch Beta. 0 Komentar
Baca Artikel Singkat 10 detik
  • Divisi Xbox Microsoft Corp. menjadwalkan pengurangan tenaga kerja skala besar pada Juli, tepat setelah penutupan tahun fiskal 30 Juni.
  • Margin keuntungan Xbox merosot hingga menyentuh angka 3%, dengan penurunan pendapatan mencapai setengah miliar dolar dalam lima tahun terakhir.
  • Strategi bisnis berubah di bawah CEO Asha Sharma, termasuk pemotongan anggaran pemasaran dan pembatalan peluncuran game Gears of War di PlayStation 5.

Sorotandunia.com – Divisi gim Microsoft Corp., Xbox, bersiap mengeksekusi pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran pada bulan depan. Melansir laporan investing yang mengutip data Bloomberg, langkah efisiensi ini bakal bergulir segera setelah tahun fiskal perusahaan ditutup pada 30 Juni. Rencana ini menjadi perombakan total pertama yang dipimpin oleh Asha Sharma sejak dirinya naik jabatan sebagai CEO Xbox pada Februari.

Gelombang Pemangkasan Karyawan Juli

Tidak hanya menyasar sektor sumber daya manusia, manajemen baru juga memperketat pengeluaran. Anggaran untuk sektor pemasaran dan sejumlah lini bisnis lainnya dipastikan terkena pangkas secara signifikan. Xbox kini dipaksa membangun ulang infrastruktur platform serta meninjau kembali seluruh portofolio produk mereka.

Margin Keuntungan Kritis

Sinyal keterpurukan finansial ini terungkap melalui surat elektronik internal dari CEO Asha Sharma kepada para karyawan. Bisnis gim raksasa teknologi ini terlempar jatuh ke angka 3% untuk accountability margin, yang menjadi tolok ukur keuntungan internal Microsoft.

Fakta mencatat Xbox telah menggelontorkan dana investasi berkelanjutan lebih dari USD 20 miliar (sekitar Rp300 triliun lebih) di luar akuisisi Activision Blizzard King. Dana jumbo tersebut mengalir untuk pengembangan konten, platform, hingga subsidi perangkat keras dalam lima tahun terakhir.

Ironisnya, performa finansial berbanding terbalik dengan modal yang keluar. Pendapatan tahunan mereka justru menyusut hampir setengah miliar dolar AS (sekitar Rp7,5 triliun) pada periode yang sama. Menurut Sharma, situasi minus ini tidak bisa dibiarkan berlanjut.

Penjualan Jeblok dan Perubahan Strategi Game

Tekanan dari korporasi induk memaksa Xbox melakukan tindakan ekstrem. Selama dua tahun ke belakang, mereka sudah menutup studio gim, membatalkan proyek, dan menaikkan harga layanan.

Penjualan konsol perangkat keras terus merosot akibat absennya judul gim hit secara konsisten. Pertumbuhan basis pengguna layanan berlangganan Xbox Game Pass juga dilaporkan mandeg.

Demi mendongkrak pendapatan, Xbox sempat melunakkan ego dengan menjual perangkat lunak andalan mereka ke konsol rival seperti Sony PlayStation dan Nintendo. Langkah ini terbukti berhasil memperluas jangkauan pasar untuk judul populer seperti Indiana Jones dan Forza Horizon.

Melalui presentasi video terbaru pada hari Minggu, Sharma menegaskan beberapa gim masa depan dipastikan tidak akan menyambangi PlayStation maupun Nintendo Switch.

Kebijakan baru ini mengubah rencana awal perusahaan. Versi PlayStation 5 untuk gim terbaru Gears of War yang semula sudah masuk dalam tahap pengembangan, kini resmi dibatalkan oleh sang CEO.

Sumber: Investing.id

Follow WhatsApp Channel Sorotan Dunia untuk Notifikasi Berita Terbaru Setiap Hari
Follow

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *