Iran Tembakkan 12 Rudal Balistik ke Pangkalan Militer AS di Yordania

rudal jelajah Tomahawk Internasional
Foto: USS Michael Murphy (DDG 112) meluncurkan rudal jelajah Tomahawk dari lokasi yang tidak diketahui, saat Amerika Serikat melancarkan serangan baru terhadap beberapa target semalam di Iran, kata militer AS pada hari Rabu, dalam gambar diam yang diperoleh dari video yang dirilis pada 10 Juni 2026. Foto: (REUTERS/U.S. Central Command) via cnbcindonesia
-AA+
comment 2 Created with Sketch Beta. 0 Komentar
Baca Artikel Singkat 10 detik
  • Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) meluncurkan 12 rudal balistik ke pangkalan udara dan pusat kendali Al-Azraq di Yordania yang digunakan pasukan Amerika Serikat.
  • Serangan rudal tersebut menyasar fasilitas penting serta jet tempur modern milik militer AS, termasuk varian F-35, F-15, dan F-16.
  • Eskalasi menyebar ke wilayah Teluk setelah Iran juga menyerang Bahrain, sementara Kuwait langsung menutup wilayah udara akibat serangan proyektil.

Sorotandunia.com – Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menggempur pangkalan militer Amerika Serikat di Yordania menggunakan 12 rudal balistik pada Kamis (11/6/2026).

Melansir laporan CNBC Indonesia, serangan udara ini mengincar fasilitas-fasilitas krusial milik Washington di pangkalan udara dan pusat kendali Al-Azraq. IRGC menyatakan operasi tersebut secara spesifik menargetkan armada jet tempur utama AS, yakni F-35, F-15, dan F-16.

Balasan Atas Serangan Udara Washington

Aksi militer Teheran ini merupakan respons langsung terhadap serangan yang dilancarkan Amerika Serikat ke wilayah Iran pada Rabu dini hari. Gempuran AS tersebut merupakan kelanjutan dari gelombang serangan udara yang sudah dimulai sejak Selasa sebelumnya.

Kantor berita AFP mengonfirmasi bahwa pusat komando AS di Yordania menjadi sasaran utama dalam serangan balasan berkekuatan belasan rudal balistik ini. Laporan Al-Jazeera turut memperkuat rincian hancurnya fasilitas penting di Al-Azraq akibat hantaman rudal Iran.

Dampak Regional di Kuwait dan Bahrain

Dampak pertempuran langsung meluas ke negara tetangga. Iran memperluas jangkauan serangannya dengan menggempur Bahrain. Pada Kamis pagi, militer Kuwait melaporkan sistem pertahanan udara mereka sibuk menghalau sejumlah proyektil musuh yang masuk ke wilayahnya.

Staf Umum Angkatan Darat Kuwait mengumumkan bahwa penembakan target udara misterius itu dilakukan sesuai prosedur operasional standar.

Pemerintah Kuwait mengambil langkah drastis dengan menutup sementara seluruh wilayah udara mereka. Semua jadwal penerbangan komersial dialihkan ke bandara alternatif demi keselamatan.

Otoritas keamanan Kuwait meminta masyarakat tetap tenang, mematuhi instruksi keselamatan, dan hanya mempercayai informasi dari sumber resmi pemerintah.

Follow WhatsApp Channel Sorotan Dunia untuk Notifikasi Berita Terbaru Setiap Hari
Follow

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *