Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya hafid—memberikan imbauan tegas kepada seluruh lapisan masyarakat menyusul maraknya peredaran konten visual yang memperlihatkan kondisi korban kecelakaan kereta api di berbagai platform media sosial. Pemerintah menekankan pentingnya empati dan etika digital di tengah kecepatan arus informasi saat ini.
Menkomdigi menyatakan bahwa tindakan menyebarkan foto atau video yang mengeksploitasi
kondisi korban merupakan tindakan yang tidak etis dan sangat melukai perasaan keluarga yang ditinggalkan. Selain faktor kemanusiaan, langkah ini diambil untuk menjaga kualitas ruang digital Indonesia agar tetap sehat dan bermartabat.
Menghormati Privasi dan Rasa Sakit Keluarga
Pihak Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mengingatkan bahwa setiap individu memiliki hak atas privasi, termasuk dalam situasi tragis. Konten yang menunjukkan detail visual korban tanpa sensor bukan hanya melanggar norma kesusilaan, tetapi juga dapat menimbulkan trauma psikologis bagi masyarakat umum yang melihatnya secara tidak sengaja.
“Kecepatan dalam membagikan informasi tidak boleh mengabaikan rasa kemanusiaan. Kami meminta publik untuk menghentikan peredaran konten sensitif tersebut demi menghormati keluarga korban.”
Lebih lanjut, diingatkan pula bahwa penyebaran konten bermuatan kekerasan atau kesusilaan memiliki implikasi hukum yang serius sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Pemerintah berharap masyarakat lebih selektif dan bijak dalam menyaring informasi sebelum menekan tombol “share”.
Langkah Menuju Indonesia Digital yang Beradab
Imbauan ini diharapkan menjadi pengingat bagi para pengguna internet di Indonesia bahwa kecanggihan teknologi harus dibarengi dengan kedewasaan sikap. Literasi digital bukan hanya soal kemampuan mengoperasikan gawai, tetapi juga kemampuan untuk menahan diri dari tindakan yang merugikan orang lain secara psikologis di ruang publik virtual.
Pemerintah mengajak seluruh komunitas digital dan tokoh masyarakat untuk ikut menyuarakan gerakan “Bijak Bermedsos” guna memutus rantai penyebaran konten-konten sensitif yang tidak memberikan nilai manfaat bagi publik.
Sumber Referensi: Komdigi – Konten Korban Kecelakaan Kereta Merebak, Menkomdigi Minta Publik Bijak

