Iran Serang Markas Jet Tempur F-35 Milik AS di Yordania

Iran serang markas AS Internasional
Ilustrasi: Foto credit (X/@SprinterObserve via viva)
-AA+
comment 2 Created with Sketch Beta. 0 Komentar
Baca Artikel Singkat 10 detik
  • Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) meluncurkan rudal jarak jauh berbahan bakar padat ke pangkalan militer AS di Yordania yang menampung hanggar jet tempur F-35.
  • Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan telah menyelesaikan serangan udara balasan menggunakan amunisi presisi ke fasilitas pertahanan udara dan radar Iran di dekat Selat Hormuz.
  • Konflik ini merupakan rembetan dari eskalasi bersenjata antara Israel dan Iran yang pecah awal pekan ini, menyusul ketegangan di Lebanon dan Gaza.

Sorotandunia.com – Eskalasi militer di Timur Tengah kian membara. Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) mengumumkan peluncuran rudal jarak jauh berbahan bakar padat yang menyasar pangkalan udara Amerika Serikat (AS) di Yordania pada Rabu (10/6/2026). Kawasan yang menjadi target tersebut berfungsi sebagai hanggar jet tempur F-35 sekaligus pusat komando dan kendali militer AS untuk kawasan Timur Tengah.

Berdasarkan data yang dikutip dari cnbcindonesia, IRGC mengklaim empat sasaran krusial di dalam pangkalan tersebut hancur total. Operasi ini disebut sebagai bagian dari aksi pembalasan yang lebih masif, menyasar 21 titik pangkalan udara dan angkatan laut milik Washington di seluruh kawasan regional. Media Al-Mayadeen turut melaporkan serangan pesawat nirawak (drone) milik Iran yang diarahkan ke posisi Armada Kelima AS di Bahrain, bersamaan dengan otoritas Kuwait yang mengonfirmasi bahwa sistem pertahanan udara mereka sempat menghalau beberapa serangan eksternal.

Konflik udara ini juga terjadi di wilayah kedaulatan Teheran. Kantor Berita Tasnim mengabarkan sistem pertahanan udara Iran menembak jatuh drone MQ-9 Reaper milik AS di atas kota Jam, Provinsi Bushehr, bagian selatan Iran. Pasca-serangan, IRGC merilis peringatan tertulis bahwa pasukan mereka dalam posisi siaga tertinggi untuk meluncurkan respons yang menghancurkan jika AS kembali mengambil tindakan militer. Teheran menegaskan Washington harus memikul seluruh konsekuensi dari peningkatan ketegangan ini.

Dari kubu seberang, militer Amerika Serikat menyatakan telah merampungkan operasi militer balasan defensif terhadap Iran. Melalui akun resmi di platform X, Komando Pusat AS (CENTCOM) mengonfirmasi bahwa jet tempur Angkatan Udara dan Angkatan Laut mereka telah membombardir sejumlah titik strategis di dekat Selat Hormuz. Target CENTCOM mencakup instalasi pertahanan udara, stasiun kendali darat, serta sistem radar pengawasan Iran yang dihantam menggunakan amunisi berpandu presisi.

Aksi saling serang ini dipicu oleh insiden yang diklaim AS sebagai serangan Iran terhadap helikopter Apache milik Angkatan Darat Amerika. Rentetan kejadian tersebut memicu enam ledakan besar di kawasan Iran selatan, termasuk di Pulau Qeshm yang berlokasi dekat Selat Hormuz.

Situs logistik dan militer kedua negara kini menjadi medan pertempuran terbuka setelah ketegangan antara Israel dan Iran pecah di awal pekan. Iran awalnya meluncurkan serangan ke Israel sebagai respons atas operasi militer Tel Aviv di Lebanon dan Gaza. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu kemudian membalas serangan tersebut, yang memicu keterlibatan kelompok Houthi di Yaman selaku sekutu Teheran untuk masuk ke dalam pusaran konflik.

Sumber: cnbcindonesia

Follow WhatsApp Channel Sorotan Dunia untuk Notifikasi Berita Terbaru Setiap Hari
Follow

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *