40 Persen Lansia Jepang Memilih Untuk Tetap Bekerja
Baca 10 Detik • Laporan resmi pemerintah Jepang mencatat hampir 40% warga berusia 65 tahun ke atas ingin tetap bekerja dengan motivasi utama mencari uang. • Pasar tenaga kerja Jepang...
Sosial Motivasi Finansial Lansia Jepang
Sorotandunia.com – Keinginan warga lanjut usia di Jepang untuk tetap bekerja dalam sektor berbayar mencapai hampir 40%. Berdasarkan data yang dikutip dari The Japan Times, buku putih populasi lansia yang dirilis pada hari Jumat menunjukkan bahwa kebutuhan finansial menjadi faktor pendorong utama fenomena ini. Hampir separuh dari kelompok lansia yang berniat kerja mengaku butuh penghasilan untuk menyambung hidup. Sisanya, sekitar 25% responden, memilih bekerja demi menjaga kesehatan tubuh serta memperlambat penuaan.
Kondisi psikologis pekerja senior di Jepang berbeda jauh dengan lansia di Amerika Serikat, Jerman, dan Swedia. Survei pembanding tahun lalu memperlihatkan minat bekerja lansia di AS hanya 24%, sedangkan Jerman dan Swedia berada di angka 19%. Lansia di tiga negara barat tersebut bekerja karena menganggap pekerjaan itu menarik, memberi energi baru, atau menjadi wadah menyalurkan keahlian. Motivasi tersebut jauh melampaui urusan mencari upah.
Dominasi Lansia di Pasar Kerja
Sektor ketenagakerjaan Jepang kini sangat bergantung pada penduduk senior. Data tahun 2025 menunjukkan 13,7% dari total populasi pekerja aktif di Jepang diisi oleh warga berusia 65 tahun ke atas. Penyerapan tenaga kerja dari kelompok demografi ini konsisten naik selama 22 tahun berturut-turut. Rincian tingkat kerja tahun lalu mencakup 54,5% untuk usia 65-69 tahun, 36,2% untuk rentang usia 70-74 tahun, dan 12,6% bagi warga berumur 75 tahun ke atas.
Ledakan pekerja senior ini berjalan beriringan dengan penuaan populasi nasional yang ekstrem. Per awal Oktober tahun lalu, kelompok usia 65 tahun ke atas memegang porsi 29,4% dari total penduduk Jepang, naik 0,8 poin persentase dari tahun sebelumnya. Tren kenaikan persentase ini diproyeksikan terus melonjak hingga menyentuh angka hampir 40% pada tahun 2070 mendatang.
Isolasi Sosial Lansia di Lingkungan Rumah
Laporan resmi pemerintah juga menyoroti melemahnya jaring pengaman sosial di tingkat akar rumput. Hubungan lansia Jepang dengan tetangga mereka merosot tajam ke angka 81,6%. Padahal, saat survei serupa digelar pada 2020 di empat negara tersebut, angka keharmonisan bertetangga di Jepang mencapai 97,9%. Penurunan interaksi sosial memang melanda keempat negara, namun AS, Jerman, dan Swedia masih mampu mencatatkan angka di atas 90% pada survei terbaru.
Krisis komunikasi ini berdampak langsung pada ketahanan hidup harian mereka. Hanya sekitar 13% responden lansia di Jepang yang mengaku bisa mengandalkan bantuan teman atau tetangga untuk menyelesaikan urusan domestik kecil yang tidak mampu mereka kerjakan sendiri. Angka ini menjadi yang paling rendah jika disandingkan dengan negara-negara barat di dalam survei. Data tersebut membuktikan komunitas lansia di Jepang mengalami hambatan besar untuk meminta pertolongan kepada orang di luar lingkaran keluarga inti mereka.
Sumber: The Japan Times








