Jangan Tunggu Dibajak, Ini 5 Cara Mengamankan Akun WhatsApp dari Peretasan

Whatsapp Digital
Aplikasi Whatsapp Foto: Pexels/Rahul Shah
-AA+
comment 2 Created with Sketch Beta. 0 Komentar
Baca Artikel Singkat 10 detik
  • Modus operandi pembajakan akun WhatsApp paling sering terjadi melalui kelengahan pengguna dalam menjaga kerahasiaan enam digit kode OTP.
  • Fitur Verifikasi Dua Langkah (Two-Step Verification) menjadi benteng pertahanan utama yang wajib diaktifkan dengan menggunakan PIN rahasia.
  • Pengamanan tambahan dapat dilakukan melalui pemindaian biometrik dan pemeriksaan berkala pada daftar perangkat yang tertaut (Linked Devices).

Sorotandunia.comWhatsApp menjadi aplikasi pesan instan yang paling banyak digunakan sekaligus menjadi sasaran utama para pelaku kejahatan siber. Modus penipuan dengan mengambil alih akun sering kali merugikan korban secara finansial dan merusak reputasi personal. Untuk mencegah hal tersebut, diperlukan langkah preventif yang konkret guna memperketat sistem keamanan aplikasi.

Berikut adalah langkah-langkah strategis yang wajib diterapkan untuk menjaga akun WhatsApp tetap aman dari risiko pembajakan:

1. Aktifkan Verifikasi Dua Langkah (Two-Step Verification)

Fitur ini merupakan lapisan keamanan paling krusial di WhatsApp. Ketika fitur ini aktif, siapa pun yang mencoba memverifikasi nomor telepon Anda di ponsel lain wajib memasukkan enam digit PIN rahasia yang telah Anda buat.

Cara mengaktifkannya:

2. Jangan Pernah Bagikan Kode OTP

Kode One-Time Password (OTP) berupa enam digit angka yang dikirimkan melalui SMS adalah kunci gerbang utama akun Anda. WhatsApp tidak pernah meminta kode ini melalui ruang obrolan, telepon, maupun surat elektronik. Jika ada pihak yang mengaku dari perbankan, instansi pemerintah, atau bahkan lingkaran pertemanan terdekat meminta kode tersebut dengan alasan apa pun, segera tolak dan abaikan.

3. Manfaatkan Pengunci Biometrik Aplikasi

Mengamankan aplikasi dari akses fisik orang asing di sekitar Anda sangat penting. WhatsApp menyediakan fitur pengunci bawaan menggunakan sidik jari (Fingerprint Lock) atau pemindaian wajah (Face ID).

Cara mengaktifkannya:

4. Periksa Perangkat Tertaut secara Berkala

Fitur WhatsApp Web atau WhatsApp Desktop sering kali dimanfaatkan oleh pelaku untuk mengintip percakapan tanpa sepengetahuan pemilik ponsel. Biasakan untuk memeriksa komputer atau perangkat lain mana saja yang memiliki akses ke akun Anda.

Cara memeriksanya:

  • Ketuk ikon titik tiga di pojok kanan atas (Android) atau menu Pengaturan (iOS).

  • Pilih Perangkat Tertaut (Linked Devices).

  • Tinjau daftar perangkat yang muncul. Jika melihat ada perangkat asing atau lokasi yang tidak dikenal, segera ketuk perangkat tersebut dan pilih Keluar (Log Out).

5. Waspadai Tautan Asing dan File Unduhan

Metode phishing (pengelabuan) sering digunakan hacker untuk menyisipkan malware ke dalam ponsel korban. Jangan pernah mengeklik tautan asing yang menawarkan hadiah, pembaruan aplikasi ilegal, atau file dengan format .apk dari nomor yang tidak dikenal. File-file tersebut dapat merekam aktivitas layar dan mencuri data kredensial di dalam ponsel pintar Anda.

Follow WhatsApp Channel Sorotan Dunia untuk Notifikasi Berita Terbaru Setiap Hari
Follow

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *