Di Dukung China, Pakistan Luncurkan 6 Satelit Mata-Mata, Sistem Navigasi NavIC India Justru Melemah
Baca Artikel Singkat 10 detik • Pakistan meluncurkan enam satelit pengamatan Bumi dalam 16 bulan terakhir dengan dukungan penuh dari China untuk memata-matai wilayah India. • Sistem navigasi berdaulat India,...
Sains Ambisi Ruang Angkasa Pakistan
Kekuatan ruang angkasa di Asia Selatan mengalami pergeseran instrumen taktis. Pakistan meluncurkan enam satelit pengamatan Bumi ke orbit dalam kurun waktu 16 bulan terakhir.
Jaringan satelit ini membentuk konstelasi pengawasan yang mampu memantau pergerakan di wilayah India dengan frekuensi tinggi dan resolusi tajam.
Mantan Perwira Tinggi Angkatan Laut India, Laksamana Muda Sudhir Pillai menyatakan, arsitektur orbit, muatan sensor, dan dukungan kelembagaan membuktikan bahwa konstelasi ini merupakan sistem dengan aplikasi strategis serta keamanan yang jelas, bukan sekadar satelit sipil biasa.
Program pengintaian ini digarap Islamabad dengan sokongan teknologi dari China. Langkah strategis ini sudah dirancang sebelum terjadinya insiden teror Pahalgam dan Operasi Sindoor.

Krisis Navigasi India
Melansir laporan indiatoday, ekspansi militer ruang angkasa Pakistan ini terjadi justru di tengah kemerosotan sistem navigasi mandiri milik India, NavIC. Proyek ambisius besutan Organisasi Penelitian Antariksa India (ISRO) yang dirancang sejak Perang Kargil untuk memutus ketergantungan pada GPS Amerika Serikat tersebut kini menyusut drastis.
Satelit-satelit generasi pertama NavIC yang meluncur pada periode 2013 hingga 2016 telah habis masa pakainya. Berdasarkan data yang dikutip dari indiatoday, gangguan fatal dipicu oleh kerusakan massal pada jam atom rubidium, komponen vital penentu keakuratan posisi.
Kondisi diperparah oleh kegagalan peluncuran satelit pengganti generasi kedua, NVS-02. Wahana antariksa yang diproyeksikan memperkuat jaringan lama itu gagal mencapai posisi orbit tujuan akibat kendala sistem propulsi.
Dampak Militer dan Langkah ISRO
Akibat rentetan kegagalan teknis ini, jumlah satelit navigasi India yang berfungsi penuh merosot di bawah batas minimal operasional. Saat ini hanya tersisa segelintir satelit yang beroperasi penuh, meliputi IRNSS-1B, IRNSS-1I, dan NVS-01.
Pengurangan ini membuat kekuatan NavIC berada di bawah standar kebutuhan regional yang memerlukan minimal tujuh satelit operasional, atau paling sedikit empat satelit untuk pelacakan tiga dimensi.

Penurunan kapasitas NavIC mengancam sektor vital India. Sistem ini memegang kendali atas panduan rudal, operasi tempur angkatan laut, komunikasi militer terenkripsi, hingga sinkronisasi infrastruktur strategis nasional.
ISRO kini berupaya mengejar ketertinggalan dengan menyiapkan satelit pengganti tambahan. Generasi baru NavIC ini nantinya akan menyertakan sinyal pita L1 untuk mempercepat penggunaan sipil pada ponsel pintar, sekaligus memulihkan tulang punggung pertahanan ruang angkasa New Delhi.
Sumber: Indiatoday









