NASA Hentikan Pencarian MAVEN: Wahana Mars Mati Berputar Kehabisan Daya

Mars Sains
Ilustrasi: 11 Tahun Mengorbit Mars, Wahana Antariksa MAVEN NASA Dinyatakan Hilang Foto: Pexels/Zelch Csaba
-AA+
comment 2 Created with Sketch Beta. 0 Komentar
Baca Artikel Singkat 10 detik
  • NASA resmi menyudahi operasi pencarian dan memulai proses penonaktifan wahana antariksa MAVEN setelah upaya pemulihan komunikasi sejauh 200 juta mil dari Bumi gagal total.
  • Data telemetri terakhir menunjukkan MAVEN berputar tidak terkendali dengan kecepatan 2,7 putaran per menit, membuatnya mustahil mengarahkan panel surya hingga baterai habis dalam hitungan jam.
  • Kehilangan MAVEN memicu risiko keterlambatan pengiriman data dari rover Perseverance dan Curiosity karena wahana ini memegang kendali atas 18 persen volume data dari permukaan Mars ke Bumi.

Sumber: Ars Technica

Sorotandunia.com — Eksplorasi 11 tahun wahana antariksa Mars Atmosphere and Volatile Evolution (MAVEN) milik NASA resmi berakhir dalam kesunyian. Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat tersebut mengumumkan penghentian total upaya pencarian dan penyelamatan wahana seukuran mobil kecil ini. Keputusan pahit tersebut diambil setelah tim mekanik di Bumi kehilangan kontak sama sekali dengan pesawat yang mengorbit Mars tersebut. MAVEN dilaporkan menghilang secara misterius sesaat setelah melakukan prosedur rutin okultasi atau bergerak ke balik planet merah.

Melansir laporan Ars Technica, petaka ini bermula saat MAVEN dijadwalkan kembali memancarkan sinyal ke Bumi setelah muncul dari balik bayangan Mars. Namun, ruang kendali tidak menerima respons apa pun. Upaya darurat berupa pengiriman perintah komunikasi secara buta serta pemantauan sinyal lemah dilakukan selama berbulan-bulan tanpa hasil. Manajer proyek MAVEN di Pusat Penerbangan Antariksa Goddard NASA, Mike Moreau, mengonfirmasi bahwa seluruh aktivitas kini dialihkan untuk menonaktifkan misi secara permanen.

Penyebab kegagalan fungsi ini mulai terkuak lewat analisis fragmen data telemetri dan pergeseran Doppler yang berhasil dipulihkan oleh tim Jet Propulsion Laboratory. Instrumen menangkap indikasi fatal berupa laju inersia abnormal yang menunjukkan wahana tersebut berputar sebanyak 2,7 putaran per menit. Kecepatan putaran yang berada di luar batas estimasi tersebut memicu masalah sistemik yang tidak bisa diatasi sendiri oleh komputer internal MAVEN. Akibat perputaran liar ini, MAVEN kehilangan kemampuan mengarahkan panel surya ke arah Matahari untuk mengisi ulang daya. Sistem diperkirakan lumpuh total akibat kehabisan baterai hanya dalam hitungan jam sejak anomali terjadi.

Sisi ilmiah misi yang diluncurkan sejak 2013 ini sebenarnya mencatatkan kesuksesan luar biasa sebelum hancur. Peneliti utama MAVEN di Universitas Colorado Boulder, Shannon Curry, menjelaskan bahwa wahana ini berhasil membuktikan teori kehilangan atmosfer Mars akibat proses bernama sputtering. Melalui pengamatan isotop gas mulia, tim ilmuwan mendokumentasikan bagaimana partikel bermuatan dari badai matahari menabrak lapisan atas atmosfer Mars hingga memercik keluar. Bahkan pada aktivitas badai matahari esktrem, MAVEN sempat mengabadikan gambar aurora yang memancar di seluruh permukaan planet.

Dampak terbesar dari matinya MAVEN justru menyerang jalur komunikasi robot penjelajah di permukaan Mars. Direktur Program Eksplorasi Mars NASA, Tiffany Morgan, memaparkan bahwa MAVEN merupakan pilar penting yang mengalirkan hampir 18 persen dari total volume data milik rover Perseverance dan Curiosity ke Bumi. Tanpa kehadiran MAVEN, NASA kini hanya bergantung pada empat wahana pengorbit sisa yang usianya jauh lebih tua. Hilangnya kapasitas relai ini diprediksi akan menimbulkan keterlambatan transfer data sains dari permukaan Mars ke ruang kendali di Bumi.

Mengantisipasi kerentanan jaringan komunikasi penjelajah antariksa yang menua ini, NASA bergerak cepat dengan merilis permintaan proposal proyek komersial bulan lalu. Wakil manajer program pengembangan kemampuan komunikasi NASA, Greg Heckler, menegaskan adanya urgensi tinggi untuk membangun arsitektur baru bernama Jaringan Telekomunikasi Mars yang ditargetkan beroperasi pada dekade 2030-an. Sementara itu, fisik fisik MAVEN diproyeksikan akan tetap melayang di jalur orbit elipsnya selama 50 hingga 100 tahun ke depan sebelum akhirnya jatuh dan terbakar di atmosfer Mars.

Follow WhatsApp Channel Sorotan Dunia untuk Notifikasi Berita Terbaru Setiap Hari
Follow

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *