Astronom Temukan Aliran Angin dari Lubang Hitam Sagittarius A* di Pusat Bima Sakti
Baca Artikel Singkat 10 detik • Bukti adanya aliran angin dari area sekitar lubang hitam supermasif Sagittarius A* berhasil ditemukan untuk pertama kalinya setelah pencarian selama lebih dari 50 tahun....
Sains Sorotandunia.com – Misteri besar dalam astronomi modern selama lebih dari setengah abad akhirnya terpecahkan. Para astronom berhasil menemukan bukti pertama adanya aliran angin yang berembus dari area sekitar lubang hitam supermasif, Sagittarius A*, yang berada tepat di pusat galaksi Bima Sakti.
Melansir laporan hanoimoi yang mengutip data Reuters, kepastian fenomena kosmik ini didapat melalui analisis data observatorium dan teleskop ruang angkasa modern. Laporan riset tersebut telah resmi dipublikasikan dalam Astrophysical Journal Letters (ApJL).
Sagittarius A* merupakan lubang hitam raksasa yang berjarak sekitar 26.000 tahun cahaya dari Bumi dan memiliki massa mencapai 4 juta kali lipat dari massa Matahari. Karakteristik objek ini berbeda dengan mayoritas lubang hitam supermasif di galaksi jauh yang kerap memicu letupan dahsyat. Saat ini, Sagittarius A* berada dalam kondisi relatif tenang.
Astronom Mark Gorski, salah satu penulis studi, menjelaskan bahwa semburan materi yang dideteksi kali ini tidak memiliki daya penghancur yang masif. Fenomena ini digambarkan lebih menyerupai angin sepoi-sepoi ketimbang sebuah badai kosmik. Dayanya saat ini dinilai belum cukup kuat untuk mengubah wilayah pusat Bima Sakti secara signifikan.
Kendati demikian, para ilmuwan meyakini fase tenang ini dapat berubah. Catatan sejarah astronomi menunjukkan lubang hitam supermasif bisa memasuki periode aktivitas intens sewaktu-waktu. Ketika fase itu terjadi, pelepasan energi dalam jumlah masif mampu memengaruhi perkembangan seluruh galaksi.
Selama berdekate-dekade, komunitas sains meyakini semua lubang hitam supermasif aktif pasti memancarkan angin atau pancaran materi berenergi tinggi ke lingkungan sekitarnya. Hanya saja, bukti nyata untuk Sagittarius A* selalu gagal ditemukan. Peneliti utama dari Northwestern University Amerika Serikat, Profesor Lena Murchikova, menegaskan bahwa temuan terbaru ini berhasil menjawab ketidakpastian yang berlangsung selama puluhan tahun tersebut.
Konfirmasi mengenai keberadaan arus angin ini meninggalkan jejak lama yang kini bisa dikenali oleh ilmuwan. Penemuan ini menjadi petunjuk krusial untuk memetakan hubungan erat antara perilaku lubang hitam dengan proses pembentukan serta evolusi galaksi di alam semesta.
Sumber: hanoimoi









