Bahaya Minum Obat Kolesterol Sembarangan Usai Konsumsi Daging Kurban
Baca Artikel Singkat 10 detik • Gejala leher pegal dan nyeri pundak setelah mengonsumsi daging kurban tidak bisa langsung divonis sebagai kolesterol tinggi tanpa adanya pemeriksaan laboratorium resmi. • Konsumsi...
Kesehatan Masyarakat kerap langsung mengonsumsi obat penurun kolesterol secara mandiri saat merasakan nyeri pundak dan leher pegal usai menyantap daging kurban. Kebiasaan meminum obat tanpa resep dokter ini mendapat peringatan keras dari kalangan medis karena dinilai berbahaya bagi tubuh.
Melansir laporan liputan6.com, dokter spesialis bedah toraks kardiovaskular Siloam Hospitals Lippo Village, Dicky Aligheri Wartono, menegaskan bahwa diagnosis kolesterol tinggi wajib melalui pemeriksaan laboratorium. Gejala klinis yang muncul tidak boleh ditebak sendiri, terlebih bagi masyarakat yang memiliki riwayat penyakit diabetes.
Faktor utama lonjakan kolesterol pasca-Idul Adha sebenarnya bukan berasal dari daging kambing, domba, atau sapi itu sendiri. Dicky Aligheri Wartono menjelaskan bahwa kesalahan fatal terletak pada proses pengolahan makanan, seperti memasak daging dengan santan dalam durasi lama. Konsumsi yang melebihi batas harian serta minimnya asupan serat menjadi pemicu utama gangguan pencernaan dan kenaikan kolesterol tubuh.
Selain masalah kolesterol, pengawasan terhadap tekanan darah juga menjadi poin krusial. Batas tensi di angka 130/80 mmHg kini tidak boleh lagi dianggap normal atau wajar. Tekanan darah yang menyentuh angka tersebut merupakan fase awal penyakit metabolik yang berpotensi menyulitkan penanganan medis saat pasien mengalami serangan jantung.
Masyarakat diimbau menekan konsumsi garam dalam bumbu masakan untuk mengontrol tekanan darah. Upaya pencegahan penyakit degeneratif ini harus didukung dengan olahraga rutin sesuai kemampuan fisik serta pelaksanaan medical check-up berkala ke fasilitas kesehatan.





