DeepSeek Bidik Pendanaan Perdana Rp121 Triliun, Valuasi Melonjak Enam Kali Lipat
Baca Artikel Singkat 10 detik • Startup kecerdasan buatan asal Tiongkok, DeepSeek, mendekati penyelesaian putaran pendanaan eksternal pertamanya senilai lebih dari 50 miliar yuan (US$7,4 miliar). • Suntikan modal jumbo...
Digital Sorotandunia.com, Tiongkok – DeepSeek mengambil langkah besar dengan membuka pintu bagi investor luar untuk pertama kalinya. Startup kecerdasan buatan (AI) asal Tiongkok tersebut dilaporkan sedang menuntaskan penggalangan dana eksternal perdana dengan nilai menembus 50 miliar yuan atau setara US$7,4 giga dolar.
Langkah strategis ini mendongkrak valuasi korporasi mendekati angka US$60 miliar. Nilai tersebut memperlihatkan lonjakan masif hingga enam kali lipat dari valuasi perusahaan pada April lalu yang baru menyentuh US$10 miliar.
SorotanDunia.com melansir laporan South China Morning Post bahwa raksasa teknologi dan investor pasar telah berkomitmen menyumbang sekitar 30 miliar yuan untuk putaran ini. Tencent Holdings diproyeksikan memimpin dengan investasi sebesar 10 miliar yuan. NetEase dan JD.com ikut ambil bagian dengan komitmen masing-masing sekitar 30 miliar yuan.
Sektor industri lain juga ikut merapat. Produsen baterai kendaraan listrik terbesar di dunia, Contemporary Amperex Technology Limited (CATL), diperkirakan menyetor dana segar sekitar 5 miliar yuan. Sisa modal datang dari kantong pribadi pendiri sekaligus CEO DeepSeek, Liang Wenfeng, yang menginvestasikan sekitar 20 miliar yuan kekayaan pribadinya. Dana yang disokong oleh pemerintah negara tersebut dipastikan ikut terlibat, meski kepastian skema kendaraannya masih dalam tahap finalisasi.
Sejumlah perusahaan modal ventura papan atas seperti IDG Capital, Monolith, Loyal Valley Capital, dan Shixiang Tech dijadwalkan masuk dalam daftar pemodal. Dokumen registrasi lokal dari QCC.com menunjukkan kesepakatan ini sudah melampaui fase pembicaraan awal. Sebuah entitas bernama Hangzhou Chengce Business Consultation bahkan telah didirikan pada 19 Mei dengan alamat yang sama dengan DeepSeek, di bawah kendali langsung Liang Wenfeng.
Berdasarkan data yang dikutip dari South China Morning Post, masuknya modal eksternal ini menandai pergeseran haluan DeepSeek. Selama ini, perusahaan yang disokong High-Flyer Quant tersebut selalu menolak investasi luar demi menjaga fokus pengembangan kecerdasan buatan umum (AGI). Sengitnya persaingan perebutan talenta AI terbaik di pasar global memaksa manajemen mengubah prinsip. Mereka membutuhkan nilai ekuitas korporasi yang jelas untuk menahan karyawannya agar tidak dibajak oleh kompetitor.
Gebrakan DeepSeek di panggung global dimulai awal tahun lalu lewat model sumber terbuka V3 dan R1. Mereka membuktikan bahwa kecerdasan buatan tingkat tinggi bisa dirancang dengan biaya operasional yang jauh lebih murah dibanding OpenAI atau Anthropic asal Amerika Serikat. Strategi perang harga tersebut berlanjut pada model V4 terbarunya. DeepSeek bahkan memotong harga permanen hingga 75 persen untuk varian V4 Pro pada Mei kemarin, menekan tarif hingga US$0,0036 per 1 juta token input ter-cache.
Ekspansi masif ini berjalan beriringan dengan misi Beijing dalam mengintegrasikan perangkat keras dalam negeri. Kehadiran model V4 mendorong para perancang chip domestik mengoptimalkan infrastruktur mereka. Huawei Technologies telah mengumumkan adaptasi penuh sistem V4 ke dalam platform Ascend 950PR mereka. Keberhasilan adaptasi serupa juga dilaporkan oleh produsen semikonduktor lokal lainnya seperti Cambricon dan MetaX. Pihak manajemen memperkirakan harga operasional sistem akan turun lebih dalam pada paruh kedua tahun ini seiring pengiriman skala besar supernode milik Huawei, meskipun sistem sempat mengalami kendala jaringan intermiten sejak peluncuran V4.












