China Integrasikan Misi Berawak dan Robotik Demi Target Mendarat di Bulan 2030
Baca Artikel Singkat 10 detik • China menyatukan program eksplorasi bulan berawak dan misi tanpa awak (Chang’e) menjadi satu kesatuan misi demi efisiensi teknis. • Pengumuman detail baru ini dirilis...
Sains Sorotandunia.com – Badan Antariksa Berawak China mempercepat persiapan menuju bulan dengan menyatukan program pendaratan berawak dan misi tanpa awak ke dalam satu integrasi tunggal. Langkah strategis ini diambil demi mengombinasikan keahlian praktis serta fondasi teknologi yang telah dibangun selama puluhan tahun melalui program luar angkasa berawak dan proyek eksplorasi Chang’e.
Melansir laporan SCMP, pengumuman detail rencana tersebut disampaikan oleh juru bicara badan antariksa China, Zhang Jingbo, dalam konferensi pers di Pusat Peluncuran Satelit Jiuquan. Momentum pemaparan rencana baru ini terjadi tepat sehari setelah perusahaan Amerika Serikat, SpaceX, sukses meluncurkan Starship, roket terbesar dan paling bertenaga yang pernah dibuat.
Insinyur senior Badan Antariksa Berawak China, Zhou Yaqiang, memastikan proses penggabungan pengalaman dari berbagai jenis misi tersebut sejauh ini berjalan tanpa kendala. Zhou menegaskan posisi politik Beijing yang tetap berkomitmen pada pemanfaatan ruang angkasa secara damai. China mengklaim tidak berniat bersaing dengan negara mana pun dan pendaratan astronot mereka di masa depan akan menjadi pencapaian bagi seluruh umat manusia.

Persaingan menuju bulan antara dua kekuatan dunia kini semakin ketat. China mengincar target pendaratan astronot sebelum tahun 2030. Di kubu rival, NASA berambisi mengirim kembali astronot Amerika Serikat ke permukaan bulan pada 2028 melalui program Artemis, yang akan menjadi pendaratan manusia pertama sejak misi Apollo terakhir tahun 1972. NASA bahkan telah mengirim empat astronot dalam misi Artemis II selama 10 hari melintasi sisi terjauh bulan. Pada misi berawak tahun depan, pesawat luar angkasa Orion milik Amerika Serikat dijadwalkan berlabuh dengan wahana pendarat komersial buatan SpaceX dan Blue Origin.
Menghadapi agenda ketat tersebut, China menyiapkan peluncuran wahana antariksa tanpa awak Chang’e-7 pada akhir tahun ini guna menyurvei kutub selatan bulan. Proyek paralel juga berjalan untuk menguji roket pembawa Long March-10, pesawat ruang angkasa Mengzhou, serta wahana pendarat Lanyue. Tiga komponen utama ini yang nantinya diandalkan untuk membawa manusia ke bulan.
Fasilitas stasiun ruang angkasa Tiangong dipastikan memegang peran pendukung yang krusial. Tiangong akan digunakan sebagai laboratorium untuk menguji peralatan antariksa sekaligus melatih kesiapan para astronot. Zhang Jingbo menambahkan, kematangan teknologi dan tingkat keandalan operasional misi ke bulan ini akan digembleng secara komprehensif melalui rentetan penerbangan stasiun ruang angkasa sepanjang dua tahun ke depan.
Sumber: SCMP









