Celah Regulasi Ditutup, MotoGP Resmi Perbarui Aturan Masuk Pitlane Akibat Aksi Marc Marquez

Marc Marquez MotoGP
Pembalap MotoGP Spanyol dari Tim Ducati Lenovo, Marc Marquez, memperhatikan monitor saat duduk di pit-nya selama sesi latihan Grand Prix Moto GP Italia di sirkuit Mugello, di Mugello, dekat Florence, pada 29 Mei 2026. (Andreas SOLARO/AFP) via bolacom
-AA+
comment 2 Created with Sketch Beta. 0 Komentar
Baca Artikel Singkat 10 detik
  • FIM Grand Prix Commission merilis pembaruan formal terkait prosedur masuk dan keluar pitlane untuk semua sesi balapan sirkuit.
  • Aturan baru ini mewajibkan pembalap hanya menggunakan satu rute resmi yang dibatasi garis putih putus-putus dan melarang keras jalur potong kompas.
  • Kebijakan tegas diambil setelah Marc Marquez mengeksploitasi celah hukum dengan melewati area rumput untuk masuk pit di GP Spanyol tanpa bisa dijatuhi sanksi.

Sumber: Bolacom

Sorotandunia.com – FIM Grand Prix Commission resmi memperketat regulasi mengenai prosedur masuk dan keluar area pitlane untuk seluruh kelas balapan. Langkah hukum ini diambil guna menutup celah abu-abu dalam buku aturan yang sempat dimanfaatkan oleh pembalap Ducati Lenovo Team, Marc Marquez. Ketentuan baru yang diumumkan pada Jumat pagi tersebut kini mengikat secara hukum bagi seluruh pembalap, setelah sebelumnya sempat diuji coba lewat panduan pra-event di Grand Prix Prancis.

Pemicu utama perubahan ini adalah manuver cerdik sekaligus kontroversial Marquez saat melakoni sesi sprint race Grand Prix Spanyol di Sirkuit Jerez pada April lalu. Berdasarkan data yang dikutip dari Bolacom, juara dunia delapan kali itu terjatuh di tikungan terakhir saat lintasan diguyur hujan. Alih-alih melanjutkan putaran, Marquez justru memotong jalur melewati area rumput untuk menuju pitlane demi mengganti motor berspesifikasi ban basah. Strategi berani ini berhasil membuatnya bangkit hingga memenangkan balapan.

Tindakan Marquez langsung memicu perdebatan panas di dalam lingkaran paddock. Sebagian pihak menilai aksi tersebut tidak adil karena sang pembalap sebenarnya sudah melewati batas komitmen untuk masuk pitlane dan harus menyelesaikan satu putaran lagi. Namun, sebagian pembalap lain justru membela dan mengaku akan melakukan trik serupa jika berada di posisi yang sama.

Race Direction sendiri tidak bisa menyentuh Marquez secara hukum saat insiden Jerez terjadi. Regulasi lama sirkuit tersebut hanya melarang pembalap melintasi garis putih dari sisi kiri. Sementara itu, Marquez masuk ke pit lewat area rumput. Dia juga tidak melanggar batas kecepatan, tidak membahayakan pembalap lain saat kembali ke trek, dan motornya tetap dalam kondisi menyala. Karena tidak ada satu pun pasal yang dilanggar, posisinya dinyatakan sah sepenuhnya.

Melalui pembaruan formal ini, FIM mengunci ruang interpretasi yang bisa menguntungkan pembalap secara sepihak. Otoritas menegaskan bahwa satu-satunya rute masuk dan keluar pitlane yang sah adalah titik yang didefinisikan oleh garis putih putus-putus serta wajib melewati titik pencatatan waktu resmi.

Informasi spesifik yang dikeluarkan oleh Race Direction pada setiap sirkuit kini memegang kendali penuh untuk menentukan rute mana saja yang dilarang. Bersamaan dengan pengesahan pasal baru ini, steward diberikan wewenang penuh untuk langsung menjatuhkan penalti apabila pembalap kedapatan tidak melintasi garis putih putus-putus atau mengabaikan jalur masuk pitlane yang sudah ditetapkan.

🔗 BACA SELANJUTNYA
Brian Uriarte Didiskualifikasi karena Oli Ilegal, Veda Pratama Rebut Kembali Status Rookie Terbaik Moto3 2026
Presiden Prabowo Ingatkan Mitra MBG Tak Potong Ayam Terlalu Kecil: Itu Dosa!

Follow WhatsApp Channel Sorotan Dunia untuk Notifikasi Berita Terbaru Setiap Hari
Follow

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *