Parlemen AS Godok Aturan Cetak Uang Kertas US$250 Bergambar Donald Trump

Menteri Keuangan AS Internasional
Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, memperlihatkan sebuah artikel berita dengan ilustrasi uang kertas yang menampilkan wajah Trump. Foto: Reuters via BBC INDONESIA
-AA+
comment 2 Created with Sketch Beta. 0 Komentar
Baca Artikel Singkat 10 detik
  • Sekutu Donald Trump di Kongres mengusulkan rancangan undang-undang untuk mencetak uang kertas pecahan baru US$250 sebagai peringatan 250 tahun berdirinya AS.
  • Langkah ini menuntut perubahan regulasi federal yang selama ini melarang pencetakan mata uang menggunakan gambar tokoh yang masih hidup.
  • Oposisi melayangkan kritik tajam karena menilai proyek ini hanya berfokus pada ego presiden di tengah beban ekonomi yang dihadapi masyarakat.

Sumber: BBC Indonesia

Pemerintah Amerika Serikat tengah melakukan persiapan untuk mencetak uang kertas baru pecahan US$250 dengan gambar wajah Presiden Donald Trump. Langkah ini berjalan seiring usulan rancangan undang-undang baru yang diajukan oleh para sekutu Trump di Kongres.

Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyatakan keputusan akhir penerbitan pecahan baru ini berada penuh di tangan Kongres. Kementeriannya dipastikan bakal mengikuti hukum apabila legislasi tersebut resmi disahkan.

Bessent menilai tidak ada hal keliru dari penempatan gambar presiden yang sedang menjabat pada uang peringatan hari jadi negara. Melansir laporan bbcindonesia, Bureau of Engraving and Printing (BEP) selaku sublembaga Departemen Keuangan kini bergerak proaktif meminta konsep desain artistik untuk pecahan US$250 tersebut.

Inisiatif legislasi ini pertama kali digulirkan oleh anggota DPR AS dari Fraksi Republik asal South Carolina, Joe Wilson. Targetnya adalah menjadikan denominasi baru ini sebagai simbol peringatan 250 tahun berdirinya negara Amerika Serikat.

Namun, realisasi proyek ini harus membentur hukum federal yang melarang keras penggunaan gambar orang yang masih hidup pada mata uang AS. Aturan federal saat ini juga tidak mencantumkan nominal US$250 dalam daftar denominasi resmi yang boleh diproduksi.

Proses manufaktur mata uang baru di AS normalnya memakan waktu bertahun-tahun dengan melibatkan komite ketat seperti Federal Reserve Board dan US Secret Service. Desain final pun wajib dirahasiakan demi mencegah aksi pemalsuan sebelum resmi beredar.

Karena mekanisme yang panjang tersebut, otoritas terkait belum bisa memastikan apakah uang kertas ini dapat rampung dicetak menjelang perayaan hari kemerdekaan pada 4 Juli.

Rencana penerbitan uang bergambar Trump ini memicu gelombang kritik dari kubu lawan politik. Senator AS dari Fraksi Demokrat asal Virginia, Mark Warner, mengecam keras fokus pemerintah yang dianggap lebih mengutamakan ego presiden daripada mengatasi inflasi.

Warner menegaskan bahwa anggaran dari pembayar pajak seharusnya dialokasikan untuk menurunkan harga kebutuhan pokok, bahan bakar, dan perumahan yang sedang menjepit keluarga Amerika.

Penerbitan uang kertas baru ini menambah daftar panjang upaya Donald Trump dan para pendukungnya dalam menyematkan identitas personal sang presiden pada institusi serta simbol nasional. Agenda perayaan 250 tahun AS juga telah menjadwalkan pembubuhan tanda tangan Trump pada uang kertas reguler.

Langkah serupa sebelumnya telah diterapkan pada perubahan nama Kennedy Center yang menyisipkan nama Trump, penempatan potretnya di paspor AS, hingga pengecatan ulang pesawat kepresidenan Air Force One.

Saat ini, pecahan US$100 bergambar Benjamin Franklin masih memegang status sebagai uang kertas dengan denominasi terbesar yang diproduksi secara aktif oleh pemerintah AS setelah penghentian cetakan pecahan US$500 hingga US$10.000 pada tahun 1969.

🔗 BACA SELANJUTNYA
Danantara dan Kemenkeu Bantah Kabar Kewajiban Pembelian Obligasi Merah Putih
Letnan Lily-Mae Fisher, Komando Wanita Satu-Satunya AL Inggris Tewas Kecelakaan

Follow WhatsApp Channel Sorotan Dunia untuk Notifikasi Berita Terbaru Setiap Hari
Follow

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *