Kenali Gejala Doomscrolling dan Cara Menghentikannya Sebelum Picu Depresi
Baca Artikel Singkat 10 detik • Doomscrolling merupakan aktivitas mengonsumsi konten negatif secara terus-menerus yang didorong oleh rasa cemas, faktor kebiasaan, serta algoritma media sosial. • Perilaku ini berdampak buruk...
Kesehatan Sumber: halodoc
Kebiasaan menggulir layar ponsel demi membaca berita buruk atau informasi negatif secara terus-menerus kini dikenal dengan istilah doomscrolling.
Aktivitas digital ini memicu serta memperburuk gangguan kecemasan, stres, hingga depresi. Rasa cemas dan ketidakpastian situasi dunia sering kali membuat seseorang merasa harus selalu memantau berita untuk mendapatkan rasa kendali.
Berdasarkan data yang dikutip dari halodoc.com, algoritma media sosial dirancang untuk membuat pengguna terus terlibat karena konten negatif terbukti lebih cepat menarik perhatian. Rasa ingin tahu yang besar untuk memahami peristiwa terkini justru menjebak pengguna dalam siklus informasi yang merusak kesejahteraan diri.
Secara biologis, doomscrolling memicu peningkatan produksi hormon stres kortisol dan adrenalin di dalam otak dan tubuh. Efek dominonya menyebabkan kelelahan mental serta fisik. Paparan informasi negatif yang intensif akan menguatkan pikiran buruk, memperparah gejala gangguan mental yang sudah ada, menimbulkan kepanikan, hingga mengganggu kualitas tidur di malam hari. Rasa gelisah juga kerap bertambah akibat membaca unggahan media sosial yang saling bertentangan atau tidak valid.
Gejala kecanduan aktivitas ini dapat diidentifikasi saat seseorang merasa tegang setelah membaca berita, mengalami insomnia, merasa putus asa, hingga sulit fokus menyelesaikan tugas sehari-hari. Munculnya dorongan kuat untuk memeriksa ponsel secara berulang meski membuat perasaan memburuk menjadi indikator kuat bahwa perilaku tersebut sudah tidak sehat.
Pemulihan kesehatan mental dari dampak buruk ini memerlukan langkah nyata dan memaksa melalukan pembatasan waktu akses media sosial dan situs berita. Ponsel sebaiknya dijauhkan dari jangkauan menjelang tidur malam agar tidak memicu kecemasan.
Mengalihkan fokus pada interaksi positif dengan orang terdekat atau membaca buku menjadi alternatif yang disarankan. Pengguna juga perlu menyaring linimasa dengan memblokir akun-akun yang memicu rasa kesal.
Bantuan profesional dari psikolog atau psikiater menjadi pilihan mutlak jika doomscrolling sudah mengganggu aktivitas harian. Penanganan medis harus segera dicari apabila muncul perasaan kewalahan, kehilangan minat pada hobi, perubahan pola makan, sedih berkepanjangan, hingga adanya pikiran untuk menyakiti diri sendiri. Tenaga medis akan membantu pasien membangun strategi koping yang sehat untuk memutus rantai perilaku tersebut.










