PM Anwar Ibrahim Bertolak ke Kazan, Fokus Perkuat Kemitraan Strategis ASEAN-Rusia
Baca 10 detik Baca 10 Detik Perdana Menteri Malaysia, Datuk Seri Anwar Ibrahim, memulai rangkaian kunjungan diplomatik ke Kazan, Rusia, dan Ashgabat, Turkmenistan, sejak Selasa, 16 Juni 2026. Agenda utama...
Asia Tenggara - Perdana Menteri Malaysia, Datuk Seri Anwar Ibrahim, memulai rangkaian kunjungan diplomatik ke Kazan, Rusia, dan Ashgabat, Turkmenistan, sejak Selasa, 16 Juni 2026.
- Agenda utama di Kazan meliputi partisipasi dalam KTT Peringatan ASEAN-Rusia, pertemuan bilateral dengan Presiden Vladimir Putin, serta menghadiri Forum Bisnis Rusia-ASEAN.
- KTT di Kazan merupakan momentum krusial yang menandai peringatan 35 tahun hubungan kemitraan strategis antara ASEAN dan Rusia yang dirintis sejak 1991 di Kuala Lumpur.
- Fokus negosiasi dalam forum ini mencakup sembilan sektor strategis, mulai dari perdagangan, investasi, energi, ketahanan pangan, hingga ekonomi digital.
Penguatan Blok Ekonomi di Kazan
Sorottandunia.com – Perdana Menteri Malaysia, Datuk Seri Anwar Ibrahim, bertolak menuju Kazan, Rusia, pada Selasa (16 Juni) melalui Pangkalan Udara Subang. Melansir laporan thestar, lawatan diplomatik ini bertujuan memimpin delegasi formal Malaysia dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Peringatan ASEAN-Rusia yang berlangsung pada 17 hingga 18 Juni. Di sela-sela agenda utama tersebut, Anwar dijadwalkan melakukan pertemuan bilateral tatap muka dengan Presiden Rusia Vladimir Putin serta menghadiri Forum Bisnis Rusia-ASEAN untuk membahas ekspansi ekonomi antarkawasan.
Evaluasi Hubungan Strategis 35 Tahun
KTT di Kazan memegang nilai historis penting karena menandai 35 tahun berdirinya hubungan diplomatik antara ASEAN dan Rusia yang pertama kali diinisiasi di Kuala Lumpur pada tahun 1991. Berdasarkan data Kementerian Luar Negeri Malaysia (Wisma Putra), momentum ini menjadi ruang evaluasi bagi kedua pihak atas capaian kemitraan strategis selama tiga setengah dekade terakhir. Pertemuan tersebut dirancang secara spesifik untuk menyusun cetak biru (roadmap) kerja sama masa depan di bawah payung Kemitraan Strategis ASEAN-Rusia.
Fokus Sembilan Sektor Utama
Arah kebijakan dan kerja sama baru yang akan digodok di Rusia berfokus pada penguatan aspek-aspek praktis yang berdampak langsung secara ekonomi. Wisma Putra mencatat ada sembilan sektor prioritas yang masuk dalam meja diskusi tingkat tinggi, meliputi sektor perdagangan, investasi, energi, ketahanan pangan, ekonomi digital, ilmu pengetahuan dan teknologi, kebudayaan, pendidikan, pariwisata, serta program pertukaran antar-masyarakat (people-to-people exchange).
Komposisi Delegasi dan Kunjungan Lanjutan
Demi memastikan target substansi dari sembilan sektor tersebut tercapai, Anwar Ibrahim memboyong jajaran menteri strategis dalam jajaran delegasi Malaysia. Di dalam rombongan, tampak Menteri Investasi, Perdagangan dan Industri Datuk Seri Johari Abdul Ghani, serta Menteri Ekonomi Akmal Nasrullah Mohd Nasir, di samping sejumlah pejabat senior dari Kantor Perdana Menteri dan Kementerian Luar Negeri.
Melalui pernyataan tertulis di akun Facebook resminya pada hari Selasa, Anwar menyampaikan langkah diplomatik berikutnya yang telah dijadwalkan pasca-agenda di Rusia berakhir. “Setelah menyelesaikan program saya di Kazan, saya akan melanjutkan perjalanan ke Ashgabat, Turkmenistan, untuk kunjungan resmi atas undangan Presiden Serdar Berdimuhamedow. Mohon doakan agar urusan delegasi saya berjalan lancar dan kunjungan ini membawa manfaat serta keuntungan sebesar-besarnya bagi negara,” tulisnya.














