Jet Supersonik X-59 NASA Siap Jalani Uji Terbang Menembus Kecepatan Suara Bulan Ini
Baca Artikel Singkat 10 detik • Pesawat eksperimental NASA X-59 dijadwalkan melakukan penerbangan supersonik pertamanya pada bulan Juni 2026 setelah melewati 14 kali uji coba sejak Maret lalu. • Desain...
Dirgantara Sorotandunia.com — Pesawat eksperimental NASA X-59 bersiap menembus kecepatan suara untuk pertama kalinya pada bulan ini. Jet supersonik tersebut ditargetkan mencapai kecepatan Mach 1,4 atau sekitar 1.489 kilometer per jam pada ketinggian 55.000 kaki. Penerbangan bersejarah ini menjadi tonggak penting setelah pesawat menyelesaikan 14 kali uji terbang sejak Maret 2026.
Melansir laporan Space, misi utama jet X-59 adalah menguji coba teknologi peredam dampak dentuman sonik (sonic boom) saat pesawat memecah batas kecepatan suara. Keberhasilan validasi teknologi ini berpotensi mengubah regulasi global, khususnya mencabut larangan terbang supersonik di atas daratan Amerika Serikat yang berlaku ketat sejak 1973 akibat polusi suara.
Manajer proyek Low-Boom Flight Demonstrator NASA, Cathy Bahm, menegaskan bahwa uji supersonik mendatang merupakan momen krusial untuk memvalidasi performa jet di lingkungan yang sesuai dengan rancangannya. Tim insinyur telah mengantongi pemahaman mendalam terkait sistem pesawat setelah mencatatkan kecepatan uji tertinggi sebesar Mach 0,95 serta menyelesaikan dua penerbangan dalam satu hari pada fase sebelumnya. Bulan lalu, teknisi juga berhasil menguji sistem pelipatan roda pendaratan penuh saat mengudara.

Secara teknis, X-59 mengusung geometri memanjang yang sangat radikal. Bentuk hidung yang sangat panjang ini membuat kokpit tidak memiliki kaca depan sama sekali karena keterbatasan ruang pandang langsung. Sebagai gantinya, NASA menyematkan External Vision System (XVS), yakni rangkaian kamera luar yang terhubung langsung ke layar augmented reality di dalam kokpit untuk menyajikan visualisasi area depan pesawat secara utuh kepada pilot.
Uji kecepatan suara bulan ini sekaligus menutup Fase 1 yang berfokus pada performa kecepatan rendah dan kekuatan struktur terbang. NASA bersiap menggulirkan Fase 2 pada akhir tahun 2026 untuk mulai mengukur intensitas gelombang kejut di daratan. Data dari fase lanjutan tersebut akan menjadi landasan regulasi baru bagi penerbangan supersonik komersial, transportasi medis darurat, hingga armada bantuan bencana.
Persaingan di sektor ini tidak berjalan tunggal. Perusahaan swasta asal Colorado, Boom Supersonic, juga tengah mengembangkan armada sejenis. Perusahaan tersebut bahkan telah mencuri start dengan sukses melakukan penerbangan supersonik sipil pertama di atas daratan Amerika Serikat pada tahun lalu.
Sumber: SPACE











