sorotandunia.com — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden Prabowo Subianto tampaknya tidak hanya dipandang sebagai program jangka pendek. Dalam sebuah National Summit yang digelar di Jakarta (25/4), para pelaku usaha yang tergabung dalam APPMBGI (Asosiasi Pengusaha dan Pengelola Dapur Makan Bergizi Gratis Indonesia) menyuarakan aspirasi agar program ini memiliki napas panjang, setidaknya hingga 25 tahun ke depan.
Ketua Umum APPMBGI, Abdul Rivai, menegaskan bahwa durasi satu periode kepemimpinan tidaklah cukup untuk melihat hasil nyata dari intervensi gizi. Menurutnya, untuk benar-benar menekan angka stunting dan meningkatkan kualitas SDM Indonesia secara fundamental, program ini harus menjadi agenda berkelanjutan lintas generasi.
“Jika MBG bisa berjalan hingga 25 tahun ke depan, hasilnya baru bisa dirasakan secara optimal, termasuk dalam menjawab persoalan kompleks seperti stunting,” ujar Abdul di sela acara tersebut.
Keinginan asosiasi ini bukan tanpa alasan teknis. APPMBGI sendiri kini berperan sebagai wadah yang menyatukan ribuan pemilik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Di balik setiap porsi makanan yang disajikan, terdapat rantai pasok yang melibatkan:
-
Pengusaha Dapur: Sebagai pengelola operasional.
-
Supplier & Petani Lokal: Sebagai penyedia bahan baku pangan.
-
Koperasi & Korporasi: Sebagai mitra distribusi dan pendukung logistik.
Dengan target keberlanjutan 25 tahun, para pelaku usaha ini berharap adanya kepastian regulasi yang memungkinkan mereka melakukan investasi jangka panjang pada infrastruktur dapur dan rantai pasok lokal.
National Summit ini bukan sekadar pertemuan biasa, karena dihadiri oleh sejumlah tokoh kunci di Kabinet Merah Putih, mulai dari Menko Pangan Zulkifli Hasan hingga Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana. Kehadiran para menteri ini memberi sinyal kuat bahwa pemerintah memang sedang merancang regulasi agar program ini tidak hanya kuat secara pendanaan, tapi juga tangguh dalam pelaksanaannya.
Meskipun kritik sering muncul di media sosial, asosiasi mengklaim fakta di lapangan menunjukkan antusiasme tinggi, terutama dari masyarakat kurang mampu yang sangat membutuhkan tambahan asupan gizi berkualitas.
Sumber Referensi: Tempo – Asosiasi Pengusaha Dapur Ingin MBG Berlanjut hingga 25 Tahun





